Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Alasan di Balik Aturan Minum Obat Setelah Makan

Aturan minum obat tersebut dibuat dengan alasan tertentu terkait kinerja obat, interaksi dengan makanan, sampai meminimalkan risiko efek samping.

Untuk itu, ketika minum obat, setiap orang perlu memperhatikan dengan seksama cara minum obatnya.

Berikut beberapa alasan di balik sejumlah aturan minum obat setelah makan yang perlu Anda ketahui:

1. Mengurangi efek samping mual atau muntah

Melansir NHS, terkadang beberapa obat seperti menyebabkan efek samping mual atau muntah.

Contoh beberapa obat yang bisa menyebabkan mual dan muntah saat diminum dalam kondisi perut kosong di antaranya allopurinol, bromocriptine dan madopar.

Untuk mengurangi efek samping ini, pasien disarankan makan atau mengisi perutnya dengan makanan sebelum minum obat.

2. Mencegah asam lambung naik 

Tak hanya mual atau muntah, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping memicu naiknya asam lambung, maag, atau gangguan pencernaan lainnya apabila dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.

Sejumlah obat yang bisa mengiritasi lambung saat perut kosong yakni aspirin, obat antiinflamasi non steroid (NSAID) seperti diklofenak dan ibuprofen, steroid seperti prednisolon atau dexametason.

Melansir MyDr, makanan bisa membantu menoleransi efek samping obat di atas. Pastikan Anda makan atau mengisi perut terlebih dahulu sebelum minum obat di atas untuk mencegah asam lambung naik.

Selain itu, beberapa obat gangguan pencernaan terkait asam lambung juga efektif diminum segera setelah makan.

3. Memastikan obat tidak gampang luntur

Alasan lain kenapa beberapa aturan minum obat dibuat setelah makan yakni untuk memastikan obat tidak gampang luntur.

Terutama untuk jenis obat kumur, obat tetes, atau gel untuk obat sariawan atau infeksi mulut lainnya.

Ketika seseorang langsung makan setelah menggunakan obat di atas, obat seketika bisa luntur tersapu makanan.

4. Memastikan obat terserap dengan baik ke aliran darah

Beberapa obat membutuhkan makanan agar bisa terserap dengan baik ke dalam aliran darah.

Contoh obat jenis ini antara lain obat HIV ritonavir, saquinavir dan nelfinavir.

5. Membantu tubuh memproses makanan

Aturan minum obat diabetes biasanya perlu diminum di sekitar waktu makan.

Tujuannya, untuk menurunkan kadar gula darah setelah makan dan mencegah gula darah drop atau turun terlalu rendah.

Selain itu, suplemen enzim yang digunakan untuk mengobati penyakit radang pankreas kronis juga harus diminum setelah makan. Tujuannya, untuk membantu tubuh memproses makanan.

Pastikan Anda cermat membaca petunjuk atau aturan minum obat setelah makan atau sebelum makan.

Jika belum yakin obat perlu diminum setelah makan atau sebelum makan, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

https://health.kompas.com/read/2021/05/21/080100968/5-alasan-di-balik-aturan-minum-obat-setelah-makan

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke