Salin Artikel

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lebih dari 30 jenis bakteri, virus, dan parasit yang jadi penyebab infeksi menular seksual.

Penyakit ini dapat menular lewat kontak seksual, darah, atau melalui persalinan dari ibu ke anak.

Infeksi menular seksual yang sering menyerang

Melansir Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual oleh Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa infeksi menular seksual yang kerap menyerang, antara lain:

  • Gonore

Gonore adalah jenis infeksi menular seksual yang paling umum. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi infeksi pada saluran kencing, radang panggul, sampai kemandulan.

Gonore juga bisa menyebabkan bayi cacat lahir ketika ibu hamil yang terinfeksi gonore menularkan penyakitnya lewat persalinan normal.

Gejala gonore di antaranya keluar cairan berwarna putih, kuning, krem, atau hijau dari alat kelamin.

Selain itu, penderita juga mengalami nyeri saat berhubungan seks, sering kencing, alat kelamin gatal, dan sakit tenggorokan.

  • Klamidia

Infeksi bakteri klamidia dapat menyebabkan infeksi pada uretra, kelenjar prostat, penyakit radang panggul, sampai mengganggu kesuburan.

Bayi yang tertular infeksi klamidia dari ibunya lewat persalinan normal rawan mengalami radang paru-paru, infeksi mata, sampai kebutaan.

Gejala infeksi klamidia di antaranya sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil, perut bagian bawah sakit, dan keluar cairan kehijauan atau kekuningan dari alat kelamin.

  • Sifilis

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri dan kerap diabaikan.

Gejala sifilis biasanya dimulai dari munculnya luka kecil di alat kelamin, anus, atau mulut.

Selain itu, penderita juga mengalami ruam, kelelahan, demma, sakit kepala, nyeri sendi, berat badan turun, dan rambut rontok.

Penyakit ini sangat menular tapi dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Apabila tidak diobati, sifilis bisa memicu komplikasi gangguan penglihatan, hilang ingatan, infeksi otak, penyakit jantung, sampai kematian.

  • Infeksi HIV

HIV dapat merusak sistem daya tahan tubuh. Apabila tidak diobati, HIV pada stadium tiga dapat berkembang menjadi AIDS.

Gejala HIV di antaranya demam, badan panas dingin, tubuh sakit dan nyeri, kelenjar getah bening bengkak, sakit tenggorokan, sakit kepala, mual, dan ruam.

Hingga kini belum ada obat untuk HIV. Namun, penyakit ini bisa dikontrol dengan terapi obat untuk mengurangi gejala penyakit dan mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

  • Herpes kelamin

Herpes disebabkan infeksi virus herpes simpleks. Penyakit ini bisa menular lewat hubungan seks sampai persalinan.

Gejala herpes paling umum yakni munculnya luka melepuh di alat kelamin dan area sekitarnya.

Luka herpes biasanya bisa mengeras dan sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Penyakit ini belum ada obatnya. Dokter biasanya meresepkan obat herpes untuk mengurangi gejala penyakit.

  • Kutil kelamin

Penyebab kutil kelamin berasal dari infeksi human papilloma virus (HPV). Ada banyak jenis HPV, namun jenis yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker yakni infeksi HPV 16 dan HPV 18.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi kutil kelamin. Penyakit ini umumnya bisa sembuh sendiri. Kutil kelamin dapat dicegah dengan vaksinasi.

  • Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh organisme protozoa kecil yang menular lewat hubungan seks.

Beberapa gejala trikomoniasis di antaranya keluar cairan dari alat kelamin, vagina atau penis terasa panas dan gatal, kencing terasa sakit, dan sering kencing.

Jika tidak diobati, trikomoniasis dapat memicu komplikasi infeksi saluran kencing, penyakit radang panggul, sampai kemandulan.

  • Infeksi jamur kandida

Infeksi menular seksual juga bisa disebabkan jamur kandida.

Gejala infeksi jamur kandida di antaranya penis atau vagina dan area sekitarnya bengkak serta alat kelamin gatal dan terasa panas.

Cara mencegah infeksi menular seksual

Setelah mengenali beberapa jenis infeksi menular seksual, ada baiknya Anda mengetahui cara mencegah infeksi menular seksual.

Caranya dengan selalu mempraktikkan seks yang aman. Untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual, gunakan kondim saat berhubungan seks.

Selain itu, kenali gejala infeksi menular seksual yang umum seperti sakit saat berhubungan seks, kencing terasa sakit, keluar cairan tidak wajar dari alat kelamin, sampai perut bagian bawah terasa nyeri.

https://health.kompas.com/read/2021/09/18/060100568/8-infeksi-menular-seksual-yang-sering-menyerang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.