Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Gejala Kanker Kandung Kemih yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com - Kanker kandung kemih adalah jenis kanker umum yang dimulai di sel-sel kandung kemih.

Kandung kemih adalah organ berongga pada sistem ekskresi manusia yang terletak di perut bagian bawah.

Fungsi kandung kemih adalah menampung cairan yang telah disaring oleh ginjal dan akan dikeluarkan sebagai urine.

Melansir Mayo Clinic, kanker kandung kemih paling sering dimulai di sel urothelial yang melapisi bagian dalam kandung kemih.

Sel urothelial juga dapat ditemukan di organ ginjal dan tabung ureter yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Oleh sebab itu, kanker urothelial juga dapat terjadi di ginjal dan ureter. Namun, kanker lebih sering terjadi di kandung kemih.

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker kandung kemih merupakan kondisi yang sebaiknya tak boleh dianggap remeh.

Mengenal berbagai gejala kanker kandung kemih bisa membantu dalam upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin atas penyakit ini.

Sebagian besar kanker kandung kemih yang berhasil didiagnosis pada tahap awal dilaporkan dapat diobati.

Meski pada beberapa kasus, kanker kandung kemih stadium awal memang bisa kembali setelah pengobatan yang berhasil.

Untuk alasan ini, penderita kanker kandung kemih biasanya memerlukan tes lanjutan selama bertahun-tahun setelah perawatan untuk mencari kanker kandung kemih yang berulang.

Gejala kanker kandung kemih

Penting untuk dipahami bahwa tanda dan gejala awal kanker kandung kemih seringkali hilang-timbul dan tidak parah.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala kanker kandung kemih:

1. Darah dalam urine

Dilansir dari Verywell Healht, tanda pertama yang paling umum dari kanker kandung kemih adalah darah dalam urine.

Darah dalam urine atau hematuria pada kanker kandung kemih biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, terlihat dengan mata, dan datang-pergi.

Faktanya, darah bisa muncul, kemudian menghilang, dan muncul kembali dalam urine beberapa hari atau minggu setelahnya.

Namun, terkadang darah dalam urine tidak terlihat dengan mata telanjang.

Sebaliknya, darah dalam urine itu terlihat secara mikroskopis. Biasanya darah dalam urine ini ditemukan saat dilakukan pemeriksaan untuk tujuan lain di fasilitas kesehatan.

Menurut American Family Physician, sekitar 20 persen orang dengan darah yang terlihat dalam urine menderita kanker kandung kemih dan sekitar 2 hingga 5 persen orang dengan darah mikroskopis dalam urine menderita kanker kandung kemih.

Penting untuk dipahami bahwa memiliki darah dalam urine tidak selalu berarti Anda menderita kanker kandung kemih.

Meski begitu, Anda sebaiknya tetap menemui dokter atau ahli urologi jika mendapati darah dalam urine.

Pasalnya, kebanyakan penyebab darah dalam urine termasuk kondisi medis berbahaya.

Ini termasuk:

2. Iritasi saat buang air kecil

Satu atau lebih dari gejala ini terjadi pada orang dengan kanker kandung kemih:

  • Rasa terbakar, nyeri, atau tidak nyaman saat kencing
  • Harus buang air kecil lebih sering dari biasanya di siang hari dan atau di malam hari
  • Memiliki keinginan untuk buang air kecil bahkan ketika kandung kemih tidak penuh
  • Kehilangan urine tanpa disengaja (inkontinensia)

Tentu saja, gejala-gejala tersebut bisa berasal dari masalah medis lain, seperti infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.

Tapi apa pun itu, sebaiknya periksalah ke dokter ketika mengalami keluhan tersebut.

3. Obstruksi saat buang air kecil

Jika Anda merasa ada sesuatu yang menghalangi aliran urine Anda, penting juga untuk menemui dokter sesegera mungkin.

Sekali lagi, seperti gejala iritasi, keluhan ini bisa juga disebabkan oleh hal lain, seperti kasus pembesaran prostat. Konsultasikan ke dokter untuk diagnosis yang tepat.

Secara umum, gejala obstruktif lebih jarang terjadi daripada gejala iritasi pada kanker kandung kemih.

Contohnya termasuk:

  • Mengalami keragu-raguan saat buang air kecil, seperti kesulitan mengeluarkan urine atau melihat aliran urine yang lemah dan atau terputus-putus
  • Merasa seperti tidak bisa mengeluarkan semua urine dari kandung kemih
  • Mengejan untuk buang air kecil
  • Nyeri pinggang (nyeri di bagian samping atau tengah punggung) dapat terjadi jika tumor menghalangi ureter (salah satu dari dua saluran dalam tubuh yang mengangkut urin dari ginjal ke kandung kemih)

4. Gejala lainnya

Jika kanker kandung kemih Anda telah menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda atau disebut sebagai metastasis, Anda mungkin memiliki gejala penyakit lanjut.

Gejalanya bisa meliputi:

Rasa sakit juga bisa menjadi indikasi bahwa tumor telah menyebar, terutama rasa sakit di daerah panggul atau daerah di atas tulang kemaluan.

Nyeri pada perineum (area antara vagina atau penis dan anus) juga dapat terjadi pada kanker kandung kemih yang telah mencapai jaringan di sekitarnya.

Selain itu, tergantung di mana kanker kandung kemih telah menyebar, Anda mungkin mengalami gejala khusus di area itu.

Contohnya seperti:

https://health.kompas.com/read/2021/10/31/090300368/4-gejala-kanker-kandung-kemih-yang-perlu-diwaspadai

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke