KOMPAS.com - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) skizofrenia sering mendapat stigma buruk dari masyarakat, berupa diskriminasi, perlakuan kasar, kata-kata hinaan, hingga dijauhi oleh lingkungan sosial.
Padahal, orang dengan konsidi ini justru perlu dukungan besar oleh orang sekitarnya.
Apalagi, penderita skizofrenia memang sering mengasingkan diri. Namun selain perawatan medis, mereka sebenarnya butuh dukungan dari orang terdekat.
Orang terdekat dapat memberi kasih sayang dan mendukung penderita skizofrenia dengan memotivasi, membantu mengenali gejala, hingga menyiapkan perawatan dengan psikiater atau ahli kejiwaan.
Apabila Anda memiliki sanak saudara, rekan, atau tetangga ODGJ dengan skizofrenia berikut hal yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mendukung mereka.
1. Dengarkan dan validasi
Saat orang terdekat mengungkapkan dan menunjukkan halusinasi atau delusi mereka, Anda mungkin bingung karena tidak tahu bagaimana cara merespons yang tepat.
Adalah normal jika Anda tidak tahu kalimat apa yang paling cocok untuk menanggapi ujaran delusi mereka.
Namun, alih-alih mengabaikan gejala tersebut, Anda dapat mengingat hal-hal kecil yang mereka lihat, dengar, dan yakini bahwa semua itu memang nyata.
Kemudian, Anda bisa merespons mereka dengan kalimat tanggapan seperti:
2. Jangan paksa untuk berubah
Orang dengan skizofrenia cenderung melakukan semuanya dengan sesuka hati.
Bahkan, tak peduli akan kondisi dirinya dan lingkungan sekitar yang mungkin butuh sentuhan-sentuhan, seperti mandi bersih, cukur rambut, atau mengenakan baju yang layak.
Melansir Health, jangan memaksa mereka untuk berubah atau terlalu ikut campur membenahi kepribadian orang dengan skizofrenia.
Anda cukup memberi saran saja dan membiarkan mereka tetap memegang kendali atas keputusan dan tindakannya.
Sebagai contoh, berikut kalimat yang bisa Anda sampaikan:
3. Tetap terhubung
Penarikan diri dari sosial dan isolasi sering menjadi tanda awal skizofrenia. Kemudian pada beberapa kasus, ada yang menghindari hal yang dulu mereka sukai, seperti pekerjaan atau sekolah, dan hobi.
Hal yang bisa Anda lakukan yaitu tetap terhubung dengan memberi dukungan sosial dan emosional.
Anda bisa sekadar mengirim pesan di Whatsapp dengan bertanya kabar atau menyarankan kegiatan bersama, seperti menonton film, pergi ke taman, atau main game.
4. Bantu penderita dengan membuat rencana perawatan
Dilansir dari Frontiersin, gejala skizofrenia bisa datang dan pergi sepanjang hidup.
Salah satu solusi yang bisa Anda tawarkan yaitu membuat daftar rencana sebagai antisipasi apabila gejala muncul atau memburuk.
Berikut hal penting yang harus ada dalam daftar rencana perawatan skizofrenia:
5. Dorong untuk melakukan perawatan medis
Orang dengan skizofrenia biasanya membutuhkan perawatan jangka panjang dan dukungan dari ahli kejiwaan.
Dokter atau psikiater biasanya memberi resep obat yang dapat membantu memperbaiki dan mencegah gejala datang kembali.
Selain obat, konseling atau terapi juga membantu pasien skizofrenia untuk mengenali gejala lain dan mengelola demi meminimalisir rasa sakit yang ditimbulkan.
Anda dapat menanyakan mengenai perkembangan perawatan, tanpa judge yang membuat mereka merasa dikritik atau tidak berdaya.
Anda baru bisa campur tangan apabila ada tanda-tanda psikosis berikut:
Gejala skizofrenia
Untuk dapat mendukung orang dengan skizofrenia, Anda tentu perlu mengetahui apa saja gejala yang mungkin muncul.
Perlu diketahui, ODGJ skizofrenia yang sering kita temui umumnya menunjukkan gejala seperti:
https://health.kompas.com/read/2022/07/01/060000668/5-cara-mendukung-penderita-skizofrenia-jangan-asal-bertindak