Pengawet Nipagin Ada di Kecap Indomie

Kompas.com - 11/10/2010, 14:04 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Zat pengawet yang ditengarai menjadi penyebab penarikan mie instan di Taiwan adalah Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.  Zat pengawet ini terdapat pada kecap yang disertakan dalam kemasan mie instan khususnya jenis mie goreng. 

" Zat pengawet nipagin digunakan dalam kecap mie instan buatan Indofood. Tapi kalau sausnya menggunaan pengawet lain yaitu asam benzoat. Tentunya, kandungan pengawet dalam Indomie sudah memenuhi syarat aman yang ditentukan. Bahkan, kandungannya jauh sekali di bawah ambang batas yang dapat diterima tubuh untuk konsumsi sehari-hari atau ADI (Acceptable Daily Intake),"  ungkap Roy Sparingga, Deputi Keamanan Makanan Badan POM, kepada KOMPAS.com, Senin (11/10/2010).

Penggunaan Nipagin telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan pangan. Apabila dipakai dalam produk kecap, penggunaan batas maksimum adalah 250 mg per kg. Dalam makanan lain, kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1.000 mg per kg.

Dari kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, batas maksimum nipagin dalam pangan yang diizinkan itu 1.000 mg per kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimumnya dalam kecap 250 mg per kg dan di Hongkong sebesar 550 mg per kg.

Berdasarkan data Badan POM, hingga saat ini, jumlah produk mie instan yang terdaftar di Indonesia adalah 663 item jenis dalam negeri dan 466 item jenis luar negeri.

Dalam melindungi kesehatan masyarakat, Badan POM secara periodik melakukan sampling dan pengujian produk pangan yang beredar di pasaran, termasuk mie instan.  Kepala badan POM Kustantinah memastikan, kalau seluruh produk mie instan yang beradar tidak memiliki kadar pengawet nipagin melebihi batas yang ditentukan.

"Hasil pengujian, dalam lima tahun terakhir, terhadap kecap yang ada dalam produk mi instan, tidak ditemukan adanya kandungan nipagin yang melebihi batas maksimum yang diizinkan," ucap Kustantinah.

Baca tentang

    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

    Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

    Health
    Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

    Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

    Health
    Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

    Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

    Health
    6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

    6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

    Health
    4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

    4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

    Health
    7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

    7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

    Health
    5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

    5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

    Health
    Jumlah Kalori dalam Donat

    Jumlah Kalori dalam Donat

    Health
    Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

    Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

    Health
    Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

    Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

    Health
    Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

    Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

    Health
    Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

    Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

    Health
    Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

    Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

    Health
    Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

    Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

    Health
    5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

    5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X