72 Persen Masyarakat Pernah Sakit gigi

Kompas.com - 04/02/2009, 22:50 WIB
Editor

MEDAN, RABU - Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Ismet Daniel Nasution, mengatakan sekitar 72 persen penduduk Indonesia mempunyai pengalaman karies (gigi berlubang) dan 46,5 diantaranya merupakan karies aktif yang belum dirawat.
     
"Ini diperoleh dari data terbaru yang dikeluarkan Departemen Kesehatan dari riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2007, dan pada umumnya diderita anak-anak," katanya di Medan, Rabu.

Menurut dia, penyebab tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut pada umumnya karena faktor perilaku dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang belum merata.

"Dalam hal kebiasaan menggosok gigi, sebanyak 91 persen penduduk usia 10 tahun ke atas telah melakukannya setiap hari, namun hanya tujuh persen yang menggosok gigi dua kali di waktu yang benar, yaitu sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam," katanya.

Melihat masih banyaknya penyakit gigi dan mulut yang diderita masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan PT Unilever dalam program desa binaan di Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Kegiatan yang dilakukan di desa binaan itu meliputi penyuluhan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut minimal sebulan sekali sepanjang tahun, pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta penelitian-penelitian untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Program itu ditujukan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjaga dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui pendidikan kesehatan yang berkesinambungan serta meningkatkan pengetahuan terutama bagaimana pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Tentang pemilihan Desa Ujung Rambung sebagai desa binaan, ia mengatakan didasarkan kondisi desa yang sangat minim akan fasilitas kesehatan, misalnya puskesmas yang terletak di ibukota kecamatan yang jaraknya lima kilometer dari desa.

Jumlah anak-anak di desa itu yang sekitar sepertiga dari total jumlah penduduk desa juga merupakan salah satu pertimbangan dijadikannya desa itu sebagai desa binaan.

"Hal ini karena anak-anak merupakan usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan akan terbawa sampai mereka dewasa nanti," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.