Hati-hati, Makanan Kedaluwarsa Menyerbu Pasar

Kompas.com - 23/08/2009, 18:51 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar razia makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional untuk mengantisipasi peredaran makanan kedaluwarsa selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini.

"Sesuai dengan teknis pengawasan barang dagangan yang dilakukan setiap tahun, sejumlah instansi akan berkoordinasi merazia makanan di beberapa pasar tradisonal," kata Kepala Kantor Pengelola Pasar Gunungkidul, Sujarwo di Wonosari, Minggu (23/8).

Ia mengatakan, Kantor Pengelolaan Pasar (KPP) Gunungkidul berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Gunungkidul untuk merazia barang dagangan pedagang di pasar tradisional selama puasa.

Menurut dia, razia barang dagangan akan dilakukan secara terpadu antara Dinas Kesehatan (Dinkes), Disperindakop, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian.

"Saat ini KPP melakukan pemantauan intensif arus barang yang masuk ke sejumlah pasar tradisional untuk memperketat pengawasan dan mencegah masuknya barang ilegal ke Gunungkidul," katanya.

Pengawasan yang dilakukan selama puasa sesuai dengan fungsi dan tugas yang dilakukan KPP secara rutin setiap bulan. "KPP memiliki agenda setiap bulan untuk memantau kondisi pasar, barang dan pedagang untuk peningkatan pengawasan di pasar tradisional," katanya.

Razia yang dilakukan selama Ramadhan untuk mencegah beredarnya daging sapi gelonggongan atau ayam busuk berformalin yang diedarkan di pasar tradisional, serta antisipasi makanan kedaluwarsa.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Gunungkidul, Siwi Irianti mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kepolisan dan Satpol PP untuk menggelar razia makanan dan minuman kedaluwarsa.

"Kami akan fokus pada pengawasan di pasar tradisional di Kecamatan Wonosari, Playen, Nglipar, Semin, Semanu dan Rongkop, sedangkan pengawasan peredaran dagangan di supermarket dan toko swalayan difokuskan di Wonosari, Semin dan Semanu," katanya.

Ramadhan dan Lebaran merupakan waktu yang digunakan oknum tertentu untuk menjual makanan dan minuman kedaluwarsa. Pengalaman tahun sebelumnya, sejumlah makanan kedaluwarsa diedarkan saat Ramadhan dan menjelang Lebaran.

"Kami berharap warga aktif ikut mencegah peredaran makanan kedaluwarsa di pasaran," kata Siwi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.