"Picky Eater" Bisa Jadi Anak Egois

Kompas.com - 04/07/2010, 10:32 WIB
EditorNF

KOMPAS.com - Akibat yang ditimbulkan oleh pola makan picky eater bisa beragam, misalnya gangguan asupan gizi, seperti kekurangan kalori, protein, vitamin, mineral, elektrolit, dan anemia (kurang darah). Kekurangan kalori dan protein akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan berat badan yang turun atau tetap dalam waktu yang cukup lama.

Dari sisi psikologis, picky eater juga bisa mengganggu perkembangan sosial anak. Mereka menjadi anak yang terbiasa menuruti kemauannya sendiri. Mereka tak lagi menghargai beragam jenis makanan, juga tak terbiasa menghargai upaya orang lain, dalam hal ini orangtua dan pengasuh yang telah bersusah payah menyoapkan makanan untuk mereka. Mereka menjadi anak yang egois.

Oleh karena itu, meski biasanya akan hilang sendiri, picky eater harus segera ditangani. Dari sisi kebutuhan nutrisi, anak harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat sejak usia 6 bulan. Pada masa perkenalan ini, orangtua dan pengasuh harus terus mencoba memberikan makanan padat ke anak. Jangan putus asa dan gampang menyerah. Boleh jadi, pada upaya kelima anak baru mau makan sayur atau buah.

Kreatif mencari pengganti dari jenis makanan yang tidak disukai anak, sekaligus menyiasati cara penyajian yang menarik juga bisa membantu. Misalnya menyembunyikan jenis makanan yang tak disukai anak ke dalam makanan favoritnya. Sajikan bakso kesukaan si kecil, tapi jangan lupa selipkan blenderan wortel atau brokoli di dalam bulatan-bulatan bakso. Kreasikan penyajian dengan bentuk-bentuk menarik selera anak. Nasi goreng berbentuk boneka dengan mata dari irisan tomat dijamin bakal membuat anak tertarik.

Dari sisi psikologis, orangtua sebaiknya membina hubungan antara anggota keluarga dengan baik dan penuh kasih sayang. Orangtua juga harus menghindari stres dan jangan terbiasa memuntahkan stres di depan anak. Jangan lupa, ciptakan suasana makan yang nyamamn bagi anak. Ingat, reaksi orangtua juga menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal. Jika reaksi orangtua menguatkan perilaku sulit makan, maka yang terjadi kemudian adalah anak menjadi sulit makan. Sebaliknya jika reaksi orangtua menguatkan perilaku mudah makan, maka anak mudah makan.

Jika ini semua Anda lakukan dengan penuh kasih sayang, anak pun akan kembali menjadi anak yang menyenangkan, yang mau menghargai Anda dan tak lagi menolak makanan apa pun yang terhidang di depannya.

(Tabloid Nova)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

Health
Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Health
5 Gejala Intoleransi Laktosa

5 Gejala Intoleransi Laktosa

Health
4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

Health
5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

Health
Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Health
8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

Health
Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit
5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Health
Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Health
Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Health
Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Health
Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Health
Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Health
6 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil dan Janin di dalam Kandungan

6 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil dan Janin di dalam Kandungan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.