Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Klub Ikuti Liga Primer Indonesia

Kompas.com - 17/09/2010, 23:07 WIB

Pada kesempatan itu, pengelola LPI mengatakan bahwa kompetisi yang digelarnya tidak untuk menandingi kompetisi buatan PSSI dan PT Liga Indonesia.

Diutarakan Arya, LPI hanya memperbaiki kompetisi yang sudah ada sekarang.

"Apa yang kami lakukan ini sudah dilakukan Inggris pada 1992, Skotlandia pada 1998, dan Italia pada tahun ini. Di negeri-negeri itu, federasi sepak bola tetap dilibatkan dalam pengelolaan kompetisi," tuturnya.

Perbedaan antara kompetisi yang digelar PSSI saat ini (Liga Super dan Liga Indonesia) dengan LPI dan di negara-negara tadi adalah kedudukan penyelenggara kompetisi sejajar dengan federasi sepak bola.

Perbedaan lainnya, LPI dan kompetisi di tiga negara tadi dimiliki oleh pesertanya sehingga seluruh keuntungan yang didapat dari kompetisi itu dikembalikan ke peserta.

Sementara kompetisi di Indonesia, klub tidak mendapatkan keuntungan finansial apa pun dengan mengikuti kompetisi tersebut kecuali hanya mendapat subsidi dalam jumlah kecil dari dana sponsor.

Liga Primer Indonesia (LPI) dicetuskan juga untuk menghentikan kebiasaan klub menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selama ini, klub sangat bergantung kepada APBD, yang merupakan uang rakyat. Jika tidak dapat kucuran APBD, mereka tidak bisa berbuat apa-apa seperti yang dialami Persitara Jakarta baru-baru ini.

"Liga Primer Indonesia mampu menyelamatkan uang negara sebesar Rp 600 miliar setiap tahunnya," kata Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar yang turut hadir.

Untuk membebaskan klub dari APBD, penyelenggara LPI membantu modal awal yang besarnya berbeda-beda untuk setiap klub, bergantung pada kebutuhan masing-masing.

Untuk menjaga agar modal itu tidak diselewengkan oleh pengelola klub, penyelenggara LPI bakal mengaudit keuangan klub secara periodikal oleh auditor publik.

"Kami ingin sekali perubahan dalam sepak bola Indonesia. Sudah tidak zamannya lagi klub-klub ditakut-takuti. Kami ikut di baris terdepan dalam perubahan besar melalui liga baru independen ini. Kami yakin LPI bisa lebih baik dan menguntungkan klub-klub anggotanya," papar salah satu pengurus teras PSM Makassar, Noor Korompot. (ANT)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com