8 Gangguan Kesehatan Akibat Mendengkur

Kompas.com - 27/09/2011, 15:20 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Di bawah ini terdapat daftar gangguan kesehatan yang sering kita temui diderita sahabat atau kerabat dekat, bahkan mungkin oleh diri kita sendiri. Secara medis tradisional kita akan berpikir bahwa penyakit-penyakit ini disebabkan oleh faktor makanan atau kurangnya olah raga. Tetapi berbagai penemuan terbaru di bidang kesehatan tidur telah menemukan bahwa gangguan pada saat tidur bisa menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya ini. Gangguan yang sepele namun kurang mendapat perhatian semestinya di masyarakat Indonesia. Apa itu?

Mendengkur!

Dimana-mana kita temui pendengkur. Yang gemuk, kurus, pria, wanita, anak-anak atau orang lanjut usia. Karena memang diderita oleh 1 dari 5 orang di Amerika menurut data Young dan Peppard, di Indonesia? Kita belum memiliki datanya secara pasti. Tapi yang pasti, amat banyak. Banyak bukan berarti normal. Dan juga tidak semua mendengkur itu berbahaya lho.

Mendengkur dan rasa kantuk berlebihan merupakan dua gejala utama dari sleep apnea. Sleep apnea yang artinya henti nafas saat tidur, dapat berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

Sleep apnea terjadi ketika otot-otot saluran nafas melemas saat tidur. Akibatnya jalan nafas menyempit hingga menyumbat akibatnya tidak ada udara yang dapat lewat. Episode henti nafas bisa terjadi selama 10 detik sampai lebih dari satu menit. Karena sesak, otak akan terbangun sejenak untuk menarik nafas, tanpa disadari penderitanya. Akibatnya proses tidur jadi terpotong-potong dan si penderita pun akan merasa selalu mengantuk sepanjang hari. Henti nafas bisa terjadi ratusan kali semalamnya.

Periode henti nafas ini menyebabkan perubahan drastis pada kadar oksigen dan tekanan darah seseorang. Jika sleep apnea dibiarkan, tubuh Anda akan terus terbebani dan akhirnya bisa berujung pada banyak penyakit. Berikut adalah 8 risiko kesehatan yang berhubungan dengan sleep apnea:

Tekanan darah tinggi.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan sleep apnea. Semakin parah derajat sleep apnea, semakin berat juga peningkatan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh anak-anak yang menderita sleep apnea. Sejak tahun 2003 lewat dokumen JNC 7, Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure sudah memasukan sleep apnea sebagai salah satu penyebab utama dari hipertensi. Sejak saat itu, penanganan sleep apnea sudah termasuk dalam tata laksana hipertensi.

Penyakit jantung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.