Obat Pereda Sakit Picu Risiko Stroke

Kompas.com - 28/09/2011, 13:21 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ini adalah peringatan bagi Anda yang rutin mengonsumsi obat-obatan pereda sakit. Riset terbaru para ahli di Kanada mengindikasikan, konsumsi obat pereda rasa sakit secara rutin setiap hari dan dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 40 persen.

Menurut peneliti, pasien yang secara teratur mengonsumsi diclofenac (obat penghilang nyeri dan anti-radang), akan mengalami gangguan jantung dua-perlima lebih tinggi. Sementara itu, penggunaan obat penghilang rasa nyeri yang lain seperti ibuprofen telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 18 persen lebih tinggi.

Diclofenac adalah salah satu obat dari jenis non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) dengan rumus kimia 2-(2,6-dichloranilino) phenylacetic acid. Obat-obatan jenis NSAID ini umumnya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, encok sakit kepala dan flu.

Sebuah kelompok studi kecil para peneliti dari Hull York Medical School dan University of Toronto, Kanada, telah mempelajari dan membandingkan efek dari penggunaan obat pereda sakit pada dosis rendah dan tinggi (untuk keluhan yang lebih serius). Obat-obat yang diteliti cukup beragam, mulai dari jenis yang digunakan di rumah sakit, obat yang diresepkan dokter, hingga obat-obat pereda sakit yang biasa ditemukan seperti ibuprofen dan naproxen.

Hasil penelitian menunjukkan, menggunakan diclofenac dalam dosis rendah (untuk mengobati rasa sakit pascaoperasi), berkaitkan dengan risiko 22 persen lebih tinggi mengalami masalah jantung. Sementara itu, pada dosis yang lebih besar, kemungkinan pasien terkena penyakit jantung atau stroke meningkat sebesar 98 persen.

Pada obat NSAID lainnya seperti ibuprofen, penggunaan obat sesuai dengan rekomendasi tidak berdampak negatif pada pasien. Tetapi, pada orang yang memakai dalam dosis besar, dapat meningkatkan risiko jantung sebesar 78 persen.

"Dalam memilih yang salah satu jenis obat NSAID yang ada, pasien dan dokter harus memperhatikan keseimbangan antara manfaat dan kerugian yang mungkin bisa ditimbulkan dalam penggunaan obat ini," kata salah satu peneliti utama, Dr Patricia McGettigan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut McGettigan, naproxen dan ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit yang paling aman untuk jantung, asalkan digunakan dalam dosis yang rendah.

Sementara itu, Doireann Maddock, perawat jantung senior dari British Heart Foundation mengatakan, penggunaan obat penghilang rasa sakit sangat berisiko khususnya pada orang dengan penyakit jantung.

"Hal ini sudah diketahui sejak lama dan temuan baru ini tidak boleh diabaikan. Tetapi para ilmuwan dan ahli obat perlu untuk menggali lebih dalam sebelum menarik kesimpulan tentang efek samping obat-obatan ini," katanya.

Ia menambahkan, "Penggunaan obat penghilang rasa sakit apapun pasti ada manfaat dan risikonya. Jika Anda sudah terlanjur meminum obat tersebut dan khawatir akan efeknya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Karena manfaat yang Anda dapat mungkin jauh lebih besar ketimbang risikonya".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.