Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengobatan untuk Keluhan Spasmofilia

Kompas.com - 02/02/2012, 09:43 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dokter, saya didiagnosis mengidap spasmofilia (+++), karena spasmofilia saya didiagnosis berkaitan erat dengan faktor psikis, capek dan stres. Saya diberi  obat penenang dan pengurang rasa sakit. Obat penenang yang diberikan kepada saya adalah aprazolam. Secara tinjauan ilmu psikiatris, apa ada terapi yang berkaitan dengan psikis untuk penderita spasmofilia? Sejak mengidap spasmofilia, saya merasa rentan stres dan sakit. Hal-hal kecil sudah cukup memicu sakit bagi saya. Ada yang mengatakan spamofilia tidak bisa disembuhkan, berarti saya akan mengkonsumsi obat penenang dalam jangka waktu lama? Amankah ? Apa efek bila dikonsumsi dalam jangka panjang dok? Terimakasih 

(Citra, 22, Semarang)

JAWAB :

Mbak Citra yang bahagia,

Sepanjang yang saya tahu tidak ada istilah diagnosis spasmofilia. Jika kita mencari di portal jurnal kedokteran ternama seperti PubMed maka spasmofilia (ditulis dalam bahasa inggris "Spasmophilia") akan dirujuk ke suatu jurnal yang membahas kondisi yang disebut Tetany, suatu kondisi eksitasi berlebihan saraf neuron yang kebanyakan disebabkan karena kadar kalsium dalam darah yang kurang.

Spasmofilia dalam praktek sehari-hari sebenarnya merujuk pada kondisi hasil pemeriksaan dengan EMG yang biasa dilakukan oleh dokter saraf untuk pasien yang terkadang mengeluh kekakuan otot atau ketegangan otot. Memang dalam laporannya ada istilah nilai plus (+) yang menunjukkan kekakuannya makin tinggi maka plusnya makin banyak.

Pengalaman klinis saya mengatakan bahwa sebenarnya kondisi spasmofilia ini banyak terjadi pada pasien yang mengalami kecemasan panik terutama saat serangan panik terjadi. Kalau Mbak Citra rajin mengikuti konsultasi kesehatan jiwa atau tulisan-tulisan saya di Kompas.com, saya banyak membahas tentang gangguan cemas panik ini yang gejala-gejalanya memang salah satunya adalah kekakuan otot atau ketegangan otot.

Karena merupakan keluhan, maka menurut pendapat saya yang diobati adalah diagnosis dasarnya misalnya dalam hal ini adalah gangguan cemasnya . Penggunaan obat anticemas atau dikenal dengan penenang seperti Alprazolam memang bisa membantu, tetapi harus diingat bahaya ketergantungan yang sering terjadi akibat obat ini.

Sehingga pemakaiannya biasanya paling lama hanya 4 minggu. Bahkan dalam praktek saya pribadi saya sangat jarang menggunakan obat ini karena mengetahui potensi ketergantungannya yang tinggi. Untuk itu biasanya selain melatih relaksasi maka pasien juga disarankan untuk mendapatkan terapi obat antidepresan golongan serotonin (SSRI) yang merupakan obat pilihan lini pertama untuk gangguan cemas.

Ada baiknya mbak Citra berkonsultasi dengan psikiater terdekat di kota anda, apalagi di awal surat mbak Citra mengatakan kondisi mbak berkaitan dengan psikis dan stres.

Semoga membantu

Salam Sehat Jiwa
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+