Kompas.com - 26/02/2013, 12:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tidak semua anak yang menderita infeksi telinga tengah memerlukan antibiotik. Faktanya, mereka bisa jadi tidak membutuhkan pengobatan sama sekali jika penyebabnya adalah virus. Demikian diungkapkan oleh panduan dokter terbaru di Amerika Serikat.

Anak dengan usia 6 bulan sampai 2 tahun dengan infeksi di satu telinga yang tidak disertai dengan demam tinggi, nyeri kronis, dan komplikasi lain dapat mendapat perawatan selama 48 jam tanpa diberikan antibiotik. Hal ini dikarenakan dokter perlu melihat dulu setelah waktu tersebut apabila infeksinya bertambah parah. Periode waktu 48 jam tersebut juga dapat diterapkan pada anak yang berusia lebih tua dengan infeksi ringan pada satu maupun dua telinga sekaligus.

Panduan ini dibuat oleh American Academy of Pediatrics (AAP), yang bertujuan mengurangi pemakaian antibiotik yang tidak perlu. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memperparah resistensi dari beberapa strain mikroba terhadap antibiotik.

Panduan terbaru dari AAP ini lebih lengkap dan rinci tentang diagnosa infeksi pada anak dengan usia lebih muda, melengkapi panduan sebelumnya yang ditujukan pada anak dengan usia lebih tua yang mengalami infeksi telinga ringan.

Panduan secara spesifik membahas tentang rekomendasi untuk penyakit otitis akut, atau infeksi, atau peradangan pada telinga tengah yang paling umum mendapatkan pengobatan antibiotik.

"Kami percaya adanya penggunaan antibiotik berlebihan di masyarakat," ujar Andres Orjuela spesialis THT di Miami Children's Hospital, yang tidak terlibat dalam pembuatan panduan. Panduan baru sangat bermanfaat dalam membantu dokter untuk memberikan diagnosa dan pengobatan infeksi telinga.

"Beberapa studi menunjukkan bahwa seringnya anak dengan infeksi telinga akan menjadi lebih baik selama beberapa hari dan menunda pengobatan tidak akan memberikan dampak buruk bagi anak," tutur Orjuela.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, sebagian anak akan membutuhkan antibiotik, termasuk anak yang memiliki infeksi di kedua telinga, dan semua anak yang gejala infeksinya menetap selama lebih dari 48 jam. Dokter yang menggunakan pendekatan "wait and see" selama 48 jam untuk mengobati infeksi telinga perlu memastikan perkembangan yang terjadi, dan tetap memberikan pengobatan jika diperlukan.

Sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa dokter seringkali ragu-ragu untuk menunda penggunaan antibiotik untuk infeksi telinga karena orangtua yang tidak berkenan menggunakan pendekatan ini. Karena itu dokter seharusnya bisa memberikan pemahaman kepada orangtua.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.