Kompas.com - 14/05/2013, 09:12 WIB
EditorAsep Candra

"Kita juga mengajukan kasus ini ke ranah hukum. Paling banyak hukumannya 2 tahun" kata Lucky. Jumlah kasus yang masuk tahap projusticia juga terus meningkat.

Pada 2012, dari 206 kasus, sebanyak 74  di antaranya masuk ranah hukum. Pada 2011, 69 kasus masuk ranah hukum dari total 169 kasus. Sementara pada 2010 hanya 37 kasus yang masuk projusticia dari total 129 kasus.

Masyarakat dan pemerintah, kata Lucky, tetap harus bekerja sama mencegah peredaran kosmetik berbahaya. Masyarakat harus segera melaporkan kepada Badan POM bila ditemukan kosmetika atau akibat alergi karena bahan berbahaya. "Harus tetap waspada. Apalagi sekarang tren perdagangan berubah lewat online. Masyarakat harus aktif bertanya mengenai keamanan kosmetik sebelum menggunakannya," kata Lucky.

Mahal bukan jaminan

Memiliki wajah dan kulit sempurna memang menjadi dambaan tiap wanita. Alhasil, berbagai produk kecantikan laris manis di pasaran. Termasuk kosmetik yang harganya selangit. Padahal, tidak selamanya harga yang mahal menandakan kualitas yang baik.

"17 produk kosmetik dengan bahan berbahaya yang kami temukan, semuanya berharga mahal. Di atas yang banyak ditemukan di pasaran," kata Sukiman Said Umar, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM di Jakarta.

Sukiman mencontohkan satu krim kecantikan merek Tabitha bisa diperoleh dengan harga Rp 2 juta. Satu set krim ini terdiri atas dailycream, nightly cream, dan skin care smooth lotion. Kisaran harga paling rendah diperkirakan Rp 86.000.

"Hal ini harus jadi pelajaran. Tanyakan dulu pada penjual apa saja kandungan kosmetiknya. Setelah itu tanyakan juga notifikasi dari Badan POM RI," kata Sukiman.

Masyarakat juga dapat mengakses situs Badan POM untuk memeriksa merek kosmetik ada saja yang sudah memiliki izin edar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.