Kompas.com - 30/05/2013, 17:03 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Masifnya iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan pemicu naiknya jumlah perokok, terutama pada remaja dan anak. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengatakan, remaja dan anak merupakan sasaran yang rentan tertarik mencoba rokok akibat iklan, promosi, dan sponsor rokok tersebut.

Data dari Tobacco Control Support Center menyebutkan jumlah perokok remaja usia 15 hingga 19 tahun atau usia sekolah SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi meningkat 12,9 persen dalam kurun waktu 15 tahun (1995-2010). Peningkatan terbesar terutama pada remaja laki-laki, dari 13,7 persen menjadi 38,4 persen. Sedangkan pada remaja perempuan meningkat dari 0,3 persen menjadi 0,9 persen.

Menurut Arist, iklan rokok sudah tidak terlalu berefek pada orang yang sudah merokok lebih dari 10 tahun. Biasanya mereka sudah loyal terhadap satu merek tertentu.

"Maka iklan rokok lebih menarik bagi remaja dan anak yang masih coba-coba merokok," ujarnya dalam diskusi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2013 yang diadakan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kamis (30/5/2013) di Jakarta.

Survei yang dilakukan KPAI pada 10.000 remaja dan anak beberapa waktu lalu menunjukkan 93 persen anak melihat iklan rokok dari tayangan televisi. Lima puluh persen dari baliho di jalan, dan 73 persen dari sponsor acara.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Komnas Pengendalian Tembakau dr. Prijo Sidipratomo mengatakan, iklan rokok sangat mempengaruhi ketertarikan remaja dan anak untuk merokok. Penelitian membuktikan bahwa 70 persen anak muda yang melihat iklan rokok terpengaruh untuk merokok.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Ezki Suyanto mengatakan, meskipun iklan rokok hanya boleh ditayangkan di televisi melebihi jam 21.30, namun iklan rokok yang cenderung kreatif dan menujukkan nilai kebersamaan dan kepahlawanan dapat menarik remaja dan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Psikopat

    Psikopat

    Penyakit
    7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

    7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

    Health
    Midriasis

    Midriasis

    Penyakit
    13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

    13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Fibromyalgia

    Fibromyalgia

    Health
    3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

    3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

    Health
    Hepatitis B

    Hepatitis B

    Penyakit
    4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

    4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Perikarditis

    Perikarditis

    Penyakit
    3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

    3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

    Health
    Kusta

    Kusta

    Penyakit
    11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

    11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

    Health
    Osteoporosis

    Osteoporosis

    Penyakit
    10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

    10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Ulkus Kornea

    Ulkus Kornea

    Penyakit
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.