Kompas.com - 29/08/2013, 14:31 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Jangan sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi gejala sakit kepala. Obat-obatan tersebut ternyata bisa membuat sakit kepala bertambah parah.

"Ada banyak tipe sakit kepala. Kita harus memahami bahwa nyeri kepala yang berbeda butuh terapi yang berbeda pula, karena itu diagnosis yang tepat sangatlah penting," kata Profesor Gillian Leng, dari National Institute for Health and Care Excellence.

Manajemen penanganan nyeri yang efektif sangat bergantung pada diagnosis yang tepat. Namun kebanyakan orang menganggap setiap obat pereda nyeri bisa menghilangkan sakit kepala yang dideritanya.

"Banyak orang tidak sadar bahwa terlalu sering menggunakan beberapa jenis obat untuk mengatasi sakit kepala tipe tegang atau migren malah akan membuat sakit kepalanya bertambah parah," kata Leng.

Di Inggris, diperkirakan 10 juta orang menderita nyeri kepala berulang yang membuat mereka tidak bisa bekerja. Selain itu sebagian besar orang menderita sakit kepala akibat terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri.

Penelitian menunjukkan, penggunaan obat pereda nyeri seperti parasetamol, aspirin, ibuprofen, atau codeine, yang terlalu sering akan memicu kekerapan munculnya sakit kepala.

Sebenarnya nyeri kepala itu timbul bukan karena overdosis obat, tetapi konsumsi obat dalam jangka panjang. Makin banyak obat yang diminum, makin resisten atau kebal tubuh terhadapnya. Akibatnya, mereka akan memilih obat yang lebih kuat lagi.

Ketika obat tersebut dihentikan, bisa muncul reaksi semacam ketagihan yang disebut dengan nyeri kepala berulang (rebound headache), sehingga mereka akan minum obat lagi. Pada titik ini, berhentinya minum obat yang sebenarnya memicu sakit kepala.

Mengapa muncul nyeri kepala berulang belum sepenuhnya dipahami, meski sebenarnya penggunaan obat pereda nyeri terlalu sering akan berpengaruh pada aliran pengiriman pesan sakit ke bagian saraf.

Masalah nyeri kepala berulang ini lebih banyak ditemui pada perempuan. Tak mengherankan karena kaum perempuan lima kali lebih sering menderita migren dibanding kaum pria.

Menurut Dr.Anne MacGregor, direktur riset klinis dari City of London Migraine Clinic, menggunakan obat pereda nyeri tidak lebih dari dua atau tiga hari sebenarnya aman.

"Jika obat dikonsumsi lebih lama lagi baru masalah timbul. Cara terbaik untuk mengatasi nyeri kepala berulang adalah berhenti mengonsumsi obat yang memicu timbulnya sakit itu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.