Kompas.com - 14/09/2013, 17:43 WIB
|
EditorWardah Fazriyati

Beranjak 1-3 tahun bisa dipilih sikat gigi khusus anak. Sikat gigi ini harus berkepala kecil, berpegangan besar, dan memiliki bulu yang halus. Pegangan yang besar memudahkan anak memegang sikat gigi. Sikat gigi khusus anak terus digunakan sampai usia lima tahun, sesuai pertumbuhan rongga mulutnya.

3. Awasi jajanan anak.
"Jajanan anak umumnya mengandung banyak gula. Karena umumnya anak suka manis," ujarnya.

Kandungan gula yang tertinggal berisiko menyebabkan karies atau gigi bolong. Karenanya pengawasan orangtua menentukan kebersihan gigi susu si kecil. Pastikan anak selalu membersihkan gigi usai mengkonsumsi jajanan. Jika dibiasakan, anak akan rajin membersihkan gigi sehabis makan manis hingga ia dewasa.

4. Periksa rongga gigi anak.
Dr Ika menyarankan, "Orangtua harus rutin melihat kondisi rongga gigi anak. Nantinya orang tua bisa melihat apakah ada bolong atau tidak."

Dengan mengetahui kondisi gigi anak, orangtua bisa lekas memeriksakan anak ke dokter gigi dan anak pun mendapatkan pengobatan tepat waktu.

Lebih lanjut dr Ika mengatakan proses gigi bolong memerlukan waktu 2-3 bulan. Gigi bolong diawali white spot, kecoklatan, hingga menjadi hitam dan sakit. Pemeriksaan rutin memungkinkan orangtua mengetahui saat gigi anak mulai berubah menjadi kecoklatan.   

5. Latih anak membersihkan gigi.
Menyikat gigi bersama menjadi momen tepat memberi contoh pada anak. Sebelum usia tiga tahun, menyikat gigi sebaiknya dilakukan orangtua. Anak bisa dipangku saat orangtua menyikat giginya.

"Biasanya anak mulai bisa diajari saat berusia 3-5 tahun. Saat itu pastikan orangtua selalu ada di sisi anak," katanya.

6. Rutin kontrol.
Dr Ika juga menyarankan orangtua perlu rajin mengontrol kesehatan gigi anak. Kontrol ke dokter gigi sebaiknya dilakukan enam bulan sekali.

Saat kontrol, anak juga bisa menerima imunisasi gigi, yang terdiri atas fluoridasi secara topical atau penambahan fluor untuk menjaga kesehatan gigi; serta fissure sealant atau penutupan parit pada gigi, sehingga mencegah timbulnya plak atau bolong.

"Kedua tindakan tersebut akan menjaga struktur dan kesehatan gigi susu," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.