Kompas.com - 15/09/2013, 12:42 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
 — Gigi keropos merupakan salah satu penyakit yang perlu dihindari. Namun, bertentangan dengan buruknya pengeroposan gigi, sebuah penelitian baru justru mengindikasikan adanya hal positif memiliki gigi keropos. Menurut penelitian tersebut, gigi keropos berkaitan dengan risiko yang lebih rendah mengalami kanker mulut dan tenggorokan.

Para peneliti percaya hal tersebut dikarenakan asam laktat yang diproduksi lebih banyak oleh bakteri dalam gigi berlubang. Asam laktat dikatakan mampu mencegah berkembangnya sel kanker.

Menurut mereka, pemilik gigi keropos memiliki risiko 32 persen lebih kecil untuk mengalami kanker mulut dan tenggorokan daripada mereka yang tidak memiliki keropos pada gigi.

"Ini merupakan hasil temuan yang tidak terduga karena keropos gigi selama ini dikenal sebagai gejala kesehatan mulut yang buruk," ujar ketua penelitian Dr Mine Tezal dari University of Buffalo.

Penelitian tersebut melibatkan 399 orang dengan kanker kepala dan leher. Penelitian juga membandingkan mereka dengan 221 peserta lain yang tidak memiliki kanker.

Para peneliti menemukan, peserta yang paling banyak memiliki keropos gigi adalah mereka yang paling kecil risikonya mengalami kanker.

Tezal menjelaskan, gigi keropos merupakan hasil dari asam laktat yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut. Bakteri-bakteri ini hampir sama seperti pada di yogurt yang sudah diketahui memiliki kaitan dengan penurunan penyakit peradangan, alergi, dan beberapa tipe kanker lainnya.

Tezal mengatakan, langkah selanjutnya yaitu menciptakan cara untuk mencegah kanker mulut dan tenggorokan tanpa harus memiliki gigi keropos.

Kendati demikian, pakar kesehatan gigi lain seperti Dr Joel Epstein yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan, studi masih belum sempurna karena hanya melibatkan grup kecil dan hanya melihat keropos gigi yang sudah ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dailymail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.