Kompas.com - 14/10/2013, 16:30 WIB
Ilustrasi kanker ShutterstockIlustrasi kanker
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Kanker masih menjadi momok karena dapat menyerang siapa saja tanpa ada gejala sebelumnya. Deteksi dini menjadi hal yang penting karena dengan penanganan lebih awal, peluang untuk sembuh pun akan semakin besar.

Satu lagi deteksi dini yang sedang dikembangkan para peneliti, yaitu berupa alat canggih dengan prinsip "hidung anjing". Sudah menjadi rahasia umum, penciuman anjing sangat sensitif sehingga peneliti mengembangkannya untuk mencium bau yang menjadi sinyalemen kanker.

Kini, para peneliti telah menciptakan sebuah alat penciuman dengan teknologi tinggi. "Hidung anjing" tersebut dapat melakukan pekerjaan yang sama dengan hidung anjing pada umumnya, bahkan dengan lebih terpercaya.

Alat tersebut sedang diuji coba pada pasien kanker kandung kemih. Kanker tersebut diketahui merupakan penyebab kematian 5.000 orang per tahunnya di Inggris.

Para peneliti asal Open University dan Queen Mary University tersebut percaya hasil temuannya dapat juga diaplikasikan untuk mendeteksi kanker jenis lainnya.

Profesor Conrad Bessant, profesor bioinformatik di Queen Mary, menjelaskan, karena urine memiliki kontak dengan kanker kandung kemih, maka sampel urine dapat dijadikan bahan pendeteksian dini. Alat akan "mencium" gas yang datang dari urine dan menentukan ada tidaknya kanker dalam hitungan detik.

"Banyak jenis kanker yang bisa dibaca alat ini," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lupus Nefritis
Lupus Nefritis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.