Rusak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Otak Tak Dapat Diperbaiki

Kompas.com - 26/02/2014, 14:20 WIB
shutterstock
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang terpenting bagi seorang anak. Ini karena pada masa itulah, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan paling pesat, termasuk organ otaknya. Sehingga kerusakan pada otak akan berlangsung permanen dan tidak dapat diperbaiki setelah melewati masa 1.000 hari tersebut.

Dokter spesialis anak Hartono Gunardi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) mengatakan, otak merupakan salah satu organ yang mengalami pertumbuhan pesat di 1.000 hari pertama kehidupan seseorang.

"Hingga usia tiga tahun, pertumbuhan otak anak sudah mencapai 80 persen dari otak dewasa. Ini artinya, 1.000 hari pertama merupakan saat yang kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan otaknya," ujar Hartono dalam diskusi kesehatan bertajuk "New Perspective on Toddler Nutrition" Selasa (25/2/2014) lalu di Jakarta.

Karena itu, lanjut dia, kerusakan otak yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama akan sangat sulit diperbaiki. Apalagi jika perbaikannya setelah melewati masa 1.000 hari tersebut.

Hartono menjelaskan, kerusakan otak bersifat ireversibel atau tidak dapat dikembalikan seperti semula ketika sudah melewati 1.000 hari pertama kehidupan. Seribu hari, imbuhnya, dihitung dari sejak masa sembilan bulan kehamilan (270 hari) hingga dua tahun pertama (730 hari).

Kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada otak akan mengganggu fungsi otak. Tidak hanya fungsi kognitif, tetapi bisa juga fungsi lainnya seperti motorik, ingatan, hingga emosi. Hal itu akan berdampak secara jangka panjang terhadap kesehatan, stabilitas, dan kemakmuran.

Menurut Hartono, satu-satunya cara untuk membuat fungsi otak berjalan dengan baik adalah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya di 1.000 hari pertama. " Nutrisi optimal dan stimulasi akan membuat tumbuh kembang, belajar, dan prestasi yang baik," ungkapnya.

Seribu hari pertama menjadi periode kritis karena pada inilah waktu saat sistem saraf harus mendapatkan sinyal lingkungan agar berdiferensiasi dengan sempurna. Sinapsis atau sambungan sel-sel saraf yang menentukan kecerdasan.

"Bila ada rangsangan, maka terbentuklah hubungan antarsel saraf. Semakin sering dirangsang, semakin kuat sinapsis. Dan bila rangsangan bervariasi, maka sinapsis makin kompleks dan luas sehingga anak makin cerdas," papar Hartono.

Selain pertumbuhan dan perkembangan otak, 1.000 hari pertama kehidupan akan menentukan pertumbuhan fisik. Sehingga mengoptimalkan nutrisi dan stimulasi di 1.000 hari pertama akan mengurangi risiko anak pendek atau stunting.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X