Kompas.com - 10/03/2014, 17:06 WIB
Ilustrasi jalan kaki ShutterstockIlustrasi jalan kaki
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
— Sepuluh ribu langkah sehari merupakan jumlah ideal langkah yang kerap disarankan untuk mendapat aktivitas fisik yang cukup. Meski begitu, perlukah kita berjalan sebanyak itu untuk menjadi sehat?

Para pakar mengatakan, 10.000 langkah per hari memang merupakan angka yang perlu dicapai, tetapi aktivitas fisik lainnya yang dilakukan dalam hari tersebut juga memberikan manfaat bagi kesehatan.

Catrine Tudor-Locke, direktur dari Walking Behavior Laboratory di Pennington Biomedical Research Center, Amerika Serikat, mengatakan, rekomendasi 10.000 langkah per hari sebenarnya tidak benar-benar atas dasar ilmiah.

Pasalnya, rekomendasi tersebut berkembang dari alat penghitung langkah (pedometer) yang dijual di Jepang pada tahun 1960-an dinamakan manpo-kei, yang berarti "penghitung 10.000 langkah". Alat tersebut kemudian laku keras dan memengaruhi lebih banyak orang di seluruh dunia.

Sejumlah studi pun menunjukkan manfaat dari penambahan langkah sampai 10.000 langkah per hari untuk kesehatan. Sebuah studi menemukan, wanita yang berjalan hampir 10.000 langkah sehari tekanan darahnya menurun setelah 24 minggu. Studi lainnya menunjukkan bahwa wanita dengan kelebihan berat badan yang berjalan 10.000 langkah per hari kadar glukosa dalam darahnya menjadi lebih baik.

Kendati demikian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), berjalan 10.000 langkah per hari bukanlah rekomendasi kesehatan yang resmi. Sebaliknya, CDC menekankan pada pentingnya aktivitas fisik 150 menit aktivitas fisik moderat dalam satu minggu, seperti berjalan cepat.

"Untuk mencapai rekomendasi tersebut, maka rata-rata dalam sehari seseorang harus berjalan 7.000-8.000 langkah setiap hari," ujar Tudor-Locke.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun menyarankan, jika setiap hari seseorang terbiasa berjalan 5.000 langkah sehari maka menambah jalan cepat selama 30 menit akan menambah langkah menjadi 8.000 langkah. "Namun, jika Anda sanggup untuk berjalan lebih banyak, tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti di angka 8.000," katanya.

Sementara itu, Mayo Clinic menyarankan penggunaan pedometer untuk menentukan target jangka pendek, seperti mendapat tambahan 1.000 langkah dalam satu minggu. Kemudian, perlahan-lahan mulai membentuk target jangka panjang untuk 10.000 langkah per hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Clubfoot
Clubfoot
PENYAKIT
Bunion
Bunion
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.