Kompas.com - 08/05/2014, 10:43 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sebagai antisipasi merebaknya penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) di tanah air, di sejumlah daerah, rumah sakit-rumah sakit rujukan menyiapkan ruang isolasi dan tim dokter.

”Hingga kini, belum ada pasien terduga terinfeksi virus yang kami tangani. Namun, kami sudah menyiapkan semua,” ujar Kepala Humas RSUD dr Soetomo Surabaya dr Urip Murtedjo.

Ruang isolasi yang disiapkan memiliki tiga tempat tidur. Ruang itu merupakan ruangan yang khusus disediakan untuk pasien penyakit tertentu, seperti flu burung, SARS, dan MERS.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya punya ruangan khusus infeksi untuk menangani penyakit seperti MERS.

Ruangan itu sebelumnya dipakai untuk menangani pasien flu burung dan flu babi. ”Protokol dan penanganan MERS sama dengan flu burung dan flu babi karena sama-sama berasal dari virus korona,” kata Abdul.

Sementara itu, di RS Hasan Sadikin Bandung, pengelola menyiapkan Ruang Flamboyan untuk merawat pasien terduga MERS. ”Kami siap jika ada terduga terinfeksi MERS. Ruangan Flamboyan kerap digunakan untuk kasus flu burung,” kata Primal Sudjana, Kepala Departemen Ilmu Penyakit di RSHS.

Secara nasional, 100 RS rujukan siap menangani pasien terduga MERS. Ke-100 RS itu yang dulu ditunjuk menangani pasien sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan flu burung.

Terkait tata laksana, Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menambahkan, pihaknya telah mengirim edaran terkait pengambilan sampel dan perawatan pasien pada unit isolasi kepada semua RS rujukan.

Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Jakarta, Sardikin Dwiputro, menyatakan, petugas di unit isolasi perlu diingatkan lagi tentang bagaimana menangani pasien di ruang isolasi. ”Mungkin sudah lupa, perlu diingatkan lagi,” ujar dia.

Antisipasi lain, semua penyelenggara perjalanan umrah diminta memahami MERS supaya anggota rombongan menghindari penularan virus yang bermula di Arab Saudi itu. Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan alat pengukur suhu tubuh di pintu kedatangan internasional. ”Alat itu hanya untuk penumpang yang datang dari Arab Saudi,” kata Kepala Humas PT Angkasa Pura II Achmad Syahir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.