Angka Kematian Tertinggi di Asia Pasifik Disebabkan Hepatitis B

Kompas.com - 30/06/2014, 15:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Kasus penularan hepatitis B di Indonesia masih amat tinggi. Padahal, program vaksinasi untuk mencegah penularan virus tersebut telah dilakukan sejak 1997. Untuk itu cakupan imunisasi akan diperluas ke semua provinsi di Tanah Air.

”Vaksin hepatitis B terbukti amat efektif, bahkan sudah diproduksi di dalam negeri. Masalahnya, cakupan vaksinasi itu belum cukup, khususnya pada bayi baru lahir. Obat hepatitis B juga sudah ada, tetapi belum disubsidi penuh pemerintah,” kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Zubairi Djoerban, Minggu (29/6), di Jakarta.

Penularan hepatitis B dari ibu ke bayi adalah cara penularan utama di Indonesia. Selain itu risiko penularan hepatitis B lewat jarum suntik di fasilitas layanan kesehatan amat tinggi.

Berdasarkan data epidemiologi, di Jawa prevalensi hepatitis B di atas 2,5 persen. Di luar Jawa, prevalensinya jauh lebih tinggi, seperti di Papua lebih dari 15 persen. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, jenis hepatitis yang terbanyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah hepatitis B, yakni 21,8 persen disusul hepatitis A 19,3 persen.

Hepatitis B bisa menyebabkan hepatitis kronis hingga sirosis hati dan kanker hati. Ada manifestasi hepatitis B di luar organ hati seperti persendian dan kulit. ”Dampaknya serius, bisa menyebabkan kematian,” kata dia.

Langkah pencegahan

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti sebelumnya memaparkan, vaksinasi menjadi langkah pencegahan amat penting. Untuk itu, pada 2014 imunisasi hepatitis B akan dilakukan di semua provinsi lewat program vaksin pentavalen.

Vaksin pentavalen menggabungkan 5 antigen, yakni DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Hepatitis B, serta Hib dalam satu suntikan. ”Tahun lalu imunisasi baru dilakukan di 9 provinsi, kini akan dilakukan di seluruh Indonesia dan bisa diakses di puskesmas,” kata dia.

Menurut David Handojo Muljono dari Komite Ahli Hepatitis Kemkes, kematian tertinggi di Asia Pasifik karena hepatitis, 75 persen di antaranya hepatitis B. Sejak 1997, program imunisasi hepatitis B dilaksanakan sehingga banyak orang lahir setelah 1997 punya antibodi hepatitis B. Target cakupan imunisasi 80 persen tercapai pada 2011.

Namun, pencegahan hepatitis B terkendala kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya data dan informasi dan biaya mahal. Sejauh ini penanganan hepatitis belum jadi prioritas. (A12)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X