Kompas.com - 24/07/2014, 14:09 WIB
Anak-anak menari bersama di Rumah Bobo di acara Bobo Fair 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013). KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATAnak-anak menari bersama di Rumah Bobo di acara Bobo Fair 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013).
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selain keterlambatan bicara, ada beberapa gangguan bicara yang kerap ditemui pada anak, berikut diantaranya:

Suttering atau Gagap
Gagap merupakan pengulangan dan memperpanjang penyebutan silabel tertentu yang mengganggu komunikasi. Faktor yang menyebabkan adalah faktor genetis dan lingkungan.

Sekitar 71 persen gagap ditemukan menurun dari orangtua dan 29 persen disebabkan oleh lingkungan. Lingkungan yang dapat menyebabkan gagap dapat berupa lingkungan yang menganggap bahwa gagap merupakan sesuatu yang lucu dan menyenangkan.

Saat anak melihat orang lain menertawakan kegagapannya, ia pun merasa bahwa gagap merupakan hal yang dapat membuat orang lain tertawa sehingga anak mengondisikan dirinya gagap.

Tetapi jika anak menemukan bahwa lingkungan tidak menghargai gagap tersebut, anak akan menghentikan kegagapannya tersebut. Biasanya, anak-anak akan menghilangkan gagap tersebut seiring dengan perkembangan mereka.

Gangguan perkembangan artikulasi atau phonological disorder
Phonological disorder adalah masalah perkembangan bahasa yang meliputi artikulasi atau produksi suara. Anak dengan gangguan ini mempunyai kesulitan dalam mengatur rate of speech atau terhambat dalam mempelajari artikulasi dari suara-suara tertentu.

Beberapa suara yang sering disalahartikan adalah i,r,s,z,th, dan ch. Phonological disorder seringkali terjadi pada anak usia prasekolah. Namun seiring bertambahnya usia anak, biasanya anak dapat mengatasi permasalahan ini. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Konfabulasi
Konfabulasi
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.