Kompas.com - 03/10/2014, 10:39 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Ibu hamil dan menyusui semestinya memang tidak merokok karena kebiasaan ini tak hanya membahayakan kesehatannya, tetapi juga bayi dalam kandungannya. Jika melahirkan anak laki-laki, merokok berpotensi menyebabkan kerusakan alat reproduksi. Hal ini berdasarkan penelitian ilmuwan di Australia.

Berdasarkan penelitian ini, asap rokok dari ibu hamil berdampak pada kesuburan reproduksi sang anak sehingga menghasilkan sperma yang buruk saat dewasa.

Peneliti Australia ini mempelajari tikus yang menghirup asap rokok sebanyak 24 batang rokok per hari sebelum melahirkan. Hasilnya, anak tikus laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan kualitasnya rendah ,seperti tidak dapat berenang dengan baik, dan gagal mengikat telur. Menurut peneliti, percobaan pada tikus cukup relevan disamakan dengan ibu hamil yang merokok.

Profesor Eileen McLaughlin, co-director Priority Research Centre in Chemical Biology di University of Newcastle, New South Wales mengatakan, rokok dapat meracuni anak yang dikandung. Para ibu pun seharusnya tahu dan peduli terhadap hal ini.

"Kita sudah tahu bahwa merokok selama kehamilan merugikan bayi dalam rahim sebagai bayi sering lahir kecil dan rentan terhadap penyakit," kata Eileen.

Menurut peneliti, efek terhadap kesehatan reproduksi itu dapat diderita laki-laki yang kini berusia 30-40 tahun. Bahkan, dampak itu bisa terjadi meskipun anak laki-laki tersebut tidak merokok saat usia remaja.

Saat ini, para ilmuwan juga tengah meneliti dampak bahaya rokok saat hamil bagi anak perempuan yang dilahirkan. Merokok ketika hamil atau janin yang terpapar asap rokok selama 15 menit, dinilai telah meningkatkan risiko bayi keguguran hingga lahir prematur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.