Kompas.com - 27/12/2014, 15:00 WIB
Ilustrasi obat www.shutterstock.comIlustrasi obat
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Ibuprofen ternyata tak hanya menyembuhkan sakit kepala tetapi juga menjanjikan kunci ke panjang usia dan sehat. Pada manusia diperkirakan pereda nyeri itu dapat menambah 12 tahun kehidupan berkualitas yang sehat.

Obat pereda nyeri ibuprofen banyak ditemukan dalam obat sakit kepala yang dijual bebas. Ibuprofen adalah obat relatif aman yang ada di lemari obat hampir semua orang.

Dalam sebuah percobaan, pereda nyeri itu dapat memperpanjang usia ragi, cacing dan lalat hingga 15 persen. "Cacing sehat cenderung makan banyak. Cacing pun demikian. Ketika mereka bertambah tuba, mereka menelan makanan lebih cepat dari yang diharapkan. Data sebelumnya pun membuktikan bahwa ibuprofen memperpanjang usia," ujar pemimpin penelitian dari the Buck Institute for Age Research di California Dr. Chong He.

Dosis yang diberikan dalam percobaan setara dengan dosis yang digunakan jutaan orang untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot dan flu. Namun belum jelas bagaiman tepatnya obat yang dijual dengan merek Nurofen memperlambat proses penuaan. Tampaknya ada sesuatu dengan penghentikan sel mengambil tryptophan, senyawa yang ditemukan dalam telur, cokelat dan daging kalkun.

Peneliti Dr. Michael Polymenis dair Texas A&M University mengatakan,"Menurut kami, aspek menjanjikan dari studi kami bahwa obat yang lumayan aman seperti ibuprofen ternyata bermanfaat di masa depan. Penelitian kami mendukung gagasan bahwa obat yang lazim digunakan ternyata memiliki manfaat lain yang tak terduga. Kami butuh riset lebihjauh untuk meneliti dan mengerti kandungan-kandungan tersebut."

Namun ia tak menganjurkan kita untuk minum ibuprofen tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kendati aman, ibuprofen dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sakit maag. Obat dengan dosis tinggi dalam jangka panjang untuk mengobati artritis dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Bahkan juga dapat mengurangi kesuburan wanita.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLos Genetics itu bukanlah yang pertama menyimpulkan bahwa obat yang relatif murah itu bermanfaat jauh lebih besar dari yang dikira. Newcastle University pun menggunakan pereda nyeri pada tikus-tikus menua untuk menambah usia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pusar Sakit
Pusar Sakit
PENYAKIT
Sakit Gigi
Sakit Gigi
PENYAKIT
Sakit Perut
Sakit Perut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.