Kompas.com - 09/01/2015, 08:10 WIB
Ilustrasi mata Ilustrasi mata
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Masalah pada penglihatan seseorang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah kornea mata yang rusak. Rusaknya kornea mata bisa mengaburkan penglihatan hingga kebutaan.

Sayangnya, kornea yang sudah rusak tidak dapat dibuat kembali normal. Dibutuhkan donor kornea atau kornea orang lain jika ingin mengganti kornea Anda yang telah rusak karena infeksi, cedera kornea, hingga penyakit degeneratif. Caranya, yaitu dengan transplantasi kornea atau cangkok kornea.

Dokter spesialis mata Setiyo Budi Riyanto mengatakan, transplantasi kornea merupakan pembedahan pada mata untuk mengganti kornea yang rusak atau tidak berfungsi dengan kornea baru dari donor.

Sejauh ini, teknik transplantasi kornea yang digunakan adalah dengan Penetrating Keratoplasty. Tindakan ini dilakukan dengan mengganti seluruh lapisan kornea pasien dengan kornea donor. Namun, teknik ini menimbulkan resiko penolakan mata pasien terhadap kornea baru cenderung lebih tinggi. Tak hanya itu, proses penyembuhannya pun lebih lama.

Teknik terbaru, lanjut Setiyo, yaitu dengan Lamellar Kerostaplasty. Teknik ini hanya mengganti kornea yang rusak sehingga tidak mengganti seluruh lapisan kornea. Seperti diketahui, lapisan kornea pada mata manusia mencapai lima lapis.

“Dengan teknologi mutakhir ini, kita bisa lakukan lapis demi lapis untuk membuat kornea menjadi jernih. Teknik ini meningkatkan ketajaman mata yang sebelumnya keruh karena gangguan kornea,” ujar Setiyo di sela-sela Pre Meeting Cornea Workshop di Jakarta Eye Center (JEC), Kedoya, Jakarta, Kamis (8/1/2014).

Lamellar Kerostaplasy telah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2008. Sayangnya, belum banyak dokter spesialis mata di Indonesia yang bisa melakukan teknik ini. Ahli transplantasi kornea di dunia asal Amerika Serikat dokter Anthony J Aldave pun didatangkan ke JEC untuk mentransfer ilmu tersebut kepada para ophtalmologi di Indonesia

Menurut Anthony, masa pemulihan transplantasi kornea dengan teknik Lamellar lebih singkat dibanding transplantasi konvensional. Teknik ini hanya membutuhkan sedikit jahitan saat proses transplantasi.

“Dengan teknik ini pemulihan pasien hanya tiga bulan, mata sudah kembali seperti biasa. Sedangkan, teknik konvensional membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk pasien benar-benar pulih ,” kata Anthony.

Anthony menjelaskan, dengan hanya mengganti kornea yang rusak, proses adaptasi terhadap kornea baru pun menjadi lebih mudah sehingga resiko penolakan lebih minim.

Ia mengatakan, teknik ini bisa dilakukan pada kornea mata anak-anak hingga orang lanjut usia. Ia mengaku pernah menangani pasien temuda yaitu usia 10 tahun dan pasien tertuanya berusia 98 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.