Kompas.com - 28/04/2015, 10:13 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
– Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa terlalu banyak duduk dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit. Terlalu banyak duduk dikaitkan dengan kurangnya seseorang untuk bergerak aktif.

Penelitian di Swedia kali ini pun menunjukkan wanita yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk berisiko tinggi terkena kanker payudara. Mereka juga berisiko terkena kanker endometrium atau kanker dinding rahim.

Penelitian ini melibatkan 29.000 wanita Swedia berusia 25 sampai 64 tahun yang bersih dari kanker. Peneliti kemudian mengamati para wanita tersebut selama sekitar 25 tahun.

Subjek penelitian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pekerja kantoran yang tidak pernah melakukan olahraga, pekerja kantoran yang melakukan olahraga, dan wanita yang memiliki pekerjaan aktif secara fisik atau lebih banyak berjalan dan berdiri, serta melakukan olahraga.

Hasilnya, wanita pekerja kantoran yang tidak aktif, 2,4 kali lebih berisiko didiagnosis kanker endometrium dan kanker payudara sebelum menopause, dibandingkan wanita yang aktif secara fisik saat bekerja maupun di waktu luangnya.

Studi ini baru saja dipresentasikan pada pekan lalu dalam pertemuan American Association for Cancer Research di Philadelphia.

Hasil studi ini juga memperkuat penelitian sebelumnya tahun 2014 yang menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terkena kanker. Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa setiap peningkatan dua jam dari waktu duduk per hari dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker endometrium sebesar 10 persen dan kanker usus besar sebesar 8 persen.

Bahkan dalam  studi 2011, dari 230.000 kasus kanker payudara per tahun di Amerika Serikat, diperkirakan sebanyak 49.000 kasus kanker payudara itu diderita oleh wanita yang tidak bergerak aktif.  

Menurut penelitian, bergerak aktif dapat mengurangi tingkat molekul dalam darah yang berkaitan dengan risiko kanker.

Anna Johnsson, seorang penulis studi yang juga ahli terapi fisik di Universita Lund, Swedia menyarankan para pekerja kantoran lebih banyak bergerak. Misalnya, berjalan kaki untuk pergi ke kantin, beranjak dari kursi untuk membuat kopi, dan lakukan peregangan tubuh di sela-sela jam kerja.

Kurangilah meminta tolong seseorang untuk membeli makanan atau meminta dibuatkan kopi yang membuat Anda tidak beranjak dari kursi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.