Kompas.com - 06/08/2015, 11:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Orang yang tubuhnya kurus sering dianggap sebagai pertanda hidupnya kurang bahagia atau menghadapi stres. Ternyata anggapan tersebut mendapat landasan ilmiah karena penelitian menunjukkan, stres beras memang bisa membuat kita kurus.

Stres berat yang berangsung lama bisa menyebabkan sel lemak putih berubah menjadi lemak cokelat pembakar energi. Tak heran jika meski makan banyak berat badan tetap sulit bertambah. Penelitian yang dilakukan pada hewan sebelumnya juga menunjukkan mekanisme yang sama.

Namun penelitian pada manusia ini dilakukan pada korban luka bakar parah, jadi belum jelas apakah stres akibat pekerjaan atau peristiwa traumatik akan memberikan efek yang sama.

Tapi, dengan diketahuinya bagaimana stres akan mengubah lemak putih menjadi cokelat, mekanisme ini bisa ditiru dalam pembuatan obat pelangsing di masa depan.

Dalam tubuh, baik manusia atau hewan, ada dua tipe lemak: lemak putih dan lemak cokelat. Lemak putih biasanya berkumpul di sekitar organ dalam dan berkontribusi pada terjadinya kadar kolesterol tinggi, diabetes tipe dua, dan penyakit kardiovaskular. Sebaliknya dengan lemak cokelat yang bekerja membakar kalori untuk menghasilkan panas tubuh.

Jumlah lemak cokelat pada bayi sangat banyak dan hal ini membantu mereka tetap hangat. Sebelumnya para ahli mengira orang dewasa tidak memiliki lemak cokelat, tapi dari hasil riset di tahun 2007 diketahui adanya lemak jenis ini dalam jumlah sedikit (beberapa gram) di sekitar area leher.

Studi lanjutan menemukan bahwa salah satu tipe sel lemak bisa berubah menjadi tipe lainnya. Misalnya saja dari sel lemak putih menjadi lemak cokelat atau sebaliknya, terutama dalam kondisi stres berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini dalam penelitian yang dilakukan pada korban luka bakar berat, diketahui mekanisme perubahan tipe sel lemak itu juga terjadi.

Namun sel lemak putih tidak berubah seluruhnya menjadi lemak cokelat, karena jika itu terjadi seseorang akan meninggal dengan cepat. Ini karena lemak akan mulai membakar ribuan kalori perhari dari yang normalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.