Kompas.com - 02/09/2015, 09:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Olahraga penting dilakukan oleh siapa saja untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pada pasien diabetes, olahraga sangat diperlukan untuk mengontrol gula darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga konsultan endokrin Tri Juli Edi Tarigan menjelaskan, olahraga akan membuat sel-sel otot lebih sensitif dengan insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas untuk mengatur kadar gula dalam tubuh.

Dengan olahraga, sel-sel otot akan aktif sehingga membutuhkan gula darah untuk diubah menjadi energi. Bayangkan, jika tidak olahraga, maka gula darah tidak akan terpakai. Dengan bantuan insulin itulah, gula darah akan dimasukkan ke dalam sel dan menjadi energi untuk tubuh.

“Insulin kayak kunci rumah. Dia memasukkan gula dari luar ke dalam sel. Kalau enggak ada insulin, gulanya di luar aja. Jadi tinggi gula darahnya,” terang Tri seusai diskusi Cegah Bahaya Komplikasi Diabetes di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Olahraga juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga stroke yang sering kali menjadi komplikasi penyakit diabetes. Berkaitan dengan segala manfaatnya, olahraga rutin tentunya akan menurunkan berat badan bagi diabetesi yang obesitas.

Tri menyarankan olahraga yang melibatkan otot tubuh seperti bersepeda, berenang, lari, yoga, maupun senam. Agar gula darah terus terkontrol dengan baik, olahraga baiknya dilakukan rutin selama 3-5 kali dalam seminggu.

“Olahraganya bisa 30 menit sampai 60 menit per hari,” kata dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu.

Untuk itu, olahraga pun seharusnya rutin dilakukan sebelum sakit. Selain itu, tak lupa untuk menjaga pola makan sehat. Keduanya merupakan investasi kesehatan kini dan masa mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.