Kompas.com - 23/09/2015, 20:13 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Gagal ginjal adalah salah satu penyakit kronis dari menurunnya fungsi ginjal secara perlahan dan progresif. Ini terjadi akibat meningkatnya produk sisa dan cairan dalam darah, yang seharusnya dibuang oleh ginjal yang normal melalui urin.

Salah satu pemicu terjadinya gagal ginjal adalah gaya hidup tak sehat seperti kurang minum, kurang olahraga, dan kebiasaan menahan buang air kecil. Beberapa nama yang pernah menderita gagal ginjal diantaranya Abdee gitaris SLANK, Natalie Cole, Frank Sinatra, dan salah satu pengacara ternama di Indonesia yanng baru saja meninggal dunia, Adnan Buyung Nasution.

Seseorang dengan gagal ginjal kronis sering disebut mengalami uremia . Istilah yang menunjukkan kondisi toksik yang dalami tubuh akibat darah tercemar produk sisa yang berlebihan. Sering kali penyakit ini pada awalnya tidak memberi tanda atau gejala apa pun. Bahkan, pada beberapa kasus  tidak terlihat adanya gejala hingga fungsi ginjal menurun 25% dari fungsi normal.

Penderita gagal ginjal hidup dengan metabolisme tubuh yang tidak lagi sempurna. Mereka kehilangan kemampuan membuang sampah dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan toksin seperti urea, kreatinin, dan yang lainnya. Akibatnya, penderita dapat mengalami sesak nafas, mual, muntah, tubuh bengkak, bahkan kematian mendadak. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menimbulkan gagal ginjal kronis:

Diabetes

Diabetes tipe 1, sebelumnya disebut diabetes juvenile atau diabetes yang bergantung pada insulin – meruopakan penyebab terbanyak gagal ginjal kronis. Di Amerika Serikat, setiap tahun kasus baru penyakit ini mencapai 35%.

Sekitar 5-10% adalah mereka yang terkena diabetes tipe 2, yanng sebelumnya disebut diabetes dewasa atau yang tidak membutuhkan insulin, paling sedikit sudah 20 tahun. Karena banyaknya penderita diabetes tipe 2, maka jumlah penderita gagl ginjal kronis pun banyak.

 

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali juga menjadi penyebab utama lain gagal ginjal kronis. Beban berlebihan pada pembuluh darah kecil (glomeruli) dalam nefron ginjal daoat menyebabkan kerusakan parut. Jika ini terjadi, nefron akan kehilangan kemampuannya menyaring produk sisa dari darah.

 

Nefropati analgesik

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.