Tidur Berkualitas Tingkatkan Kemampuan Berlari

Kompas.com - 23/10/2015, 20:07 WIB
Ilustrasi tidur ShutterstockIlustrasi tidur
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pesta maraton sedang musimnya. Ajang berlari sehat juga marak terselenggara sebagai bentuk gaya hidup sehat para kaum urban. Di tengah kesibukan bekerja, berkeluarga, serta bersosialisasi, para pecinta lari mencoba mencari waktu untuk meningkatkan kemampuan berlari mereka, demi hasil maraton yang lebih baik lagi.

Beragam cara digunakan untuk bisa memberikan hasil lari yang terbaik, mulai dari menggunakan aplikasi olahraga, menerapkan pola makan sehat, meningkatkan intensitas latihan, bahkan bergabung sebagai anggota gym. Sayangnya, masih sedikit yang mencoba untuk memperbaiki kualitas tidur. Padahal, pola tidur yang sehat bisa menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kemampuan berlari.

 

Tidur berkualitas menjaga badan tetap ringan

Ketika seseorang tidak mendapat cukup tidur, maka tubuh akan memproduksi hormon ghrelin yang bertugas menyampaikan pesan “makanlah lebih banyak!” dan mengurangi produksi hormon leptin yang bisa membantu Anda untuk “berhenti makan!”.

Ketidakseimbangan kedua hormon tersebut  sudah pasti membuat kemampuan dalam berdiet menjadi berkurang. Padahal, semakin ideal berat badan, semakin ringan pula beban yang ditanggung oleh otot-otot kaki dalam menopang tubuh selama berlari. Sehingga, kemampuan berlari bisa menjadi lebih baik.

 

Tidur berkualitas untuk penyerapan karbohidrat yang lebih baik

Mengasup karbohidrat beberapa hari sebelum perlombaan bisa menjadi cara untuk menyimpan cadangan energi. Ketika karbohidrat dipecah oleh tubuh, gula disimpan dalam otot sebagai glikogen, dan siap digunakan oleh tubuh saat Anda berlari. Namun, kemampuan tubuh dalam menyimpan karbohidrat bisa berkurang bila kurang tidur, sehingga tubuh akan lebih cepat kehabisan energi saat berlari.

 

Tidur berkualitas bisa meningkatkan kemampuan otot

Rutin berolahraga bisa membantu otot kaki untuk lebih siap menghadapi jarak tempuh yang relatif jauh. Namun, memutuskan untuk mengurangi intensitas latihan selama 1 minggu sebelum hari-H bisa membantu memulihkan energi dan membuat kaki lebih segar dalam menghadapi kompetisi. Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Sebab, di waktu tidur lah tubuh akan melepaskan hormon pertumbuhan HGH yang bisa memperbaiki otot, mengubah lemak menjadi energi, dan memperkuat tulang. Bila yang terjadi sebaliknya, yaitu Anda menjadi kurang tidur karena terlalu banyak latihan, maka tubuh akan menghasilkan hormon kortisol, yaitu hormon stres yang bisa memperlambat pemulihan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X