Kompas.com - 11/11/2015, 17:29 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sebuah vaksin baru ditemukan menurunkan kadar kolesterol jahat. Vaksin ini diharapkan lebih manjur daripada obat penurun kolesterol statin.

Vaksin tersebut menyasar protein yang disebut PCSK9, pengatur kolesterol dalam darah. Protein itu bekerja dengan mendorong tubuh memecah reseptor tempat kolesterol menempel ketika dibuang dari tubuh.

Orang yang mengalami mutasi protein tersebut, sering mengalami peningkatan risiko penyakit jantung, sementara yang tidak memroduksi protein tersebut mengalami penurunan risiko. Dengan menargetkan protein ini, vaksin dapat membuatnya berhenti berfungsi sehingga ujungnya menurunkan jumlah kolesterol dalam tubuh.

Tubuh memroduksi kolesterol untuk menghasilkan vitamin D, sejumlah hormon dan beberapa molekul yang membantu kita mencerna makanan.

Kolesterol juga ditemukan dalam sejumlah makanan. Kolesterol jahat LDL adalah zat seperti lemak yang bersirkulasi dalam darah. Jika terlalu banyak, pembuluh arteri menjadi tersumbat dan akhirnya terjadi penyakit jantung serta stroke.

Mengatur pola makan dan olah raga merupakan kunci untuk menurunkan kolesterol. Namun jutaan orang di seluruh dunia minum statin untuk menurunkan kolesterol.

Menurut CDC, 73,5 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kolesterol jahat tinggi. Petugas kesehatan di Inggris merekomendasikan 17,5 juta orang untuk minum statin demi menurunkan kolesterol.Namun statin punya kelemahan, seperti menyebabkan nyeri otot, meningkatkan risiko diabetes dan pengurangan fungsi kognitif.

Vaksin baru merupakan solusi alternatif dari statin dengan menargetkan protein yang mengontrol kolesterol dalam darah. Satu vaksin terbukti menurunkan kolesterol secara dramatis pada tikus. Bisa jadi, vaksin ini juga efektif dalam menurunkan kolesterol manusia.

Dr Bryce Chackerian, salah satu peneliti dari University of New Mexico mengatakan,"Satu dari hal yang paling menarik dari vaksin ini adalah tampaknya obat ini lebih efektif dari statin."

Periset menguji vaksin ini pada tikus yang terbukti menurunkan kadar kolesterol LDL. Kemudian, mereka mengujinya pada sekelompok kecil monyet bersamaan juga dengan statin. Hasilnya, vaksin menurunkan kolesterol secara dramatis.

Dr Alan Remaley, salah satu penulis penelitian tersebut yang juga berasal dari National Heart, Lung and Blood mengatakan,"Statin masih merupakan obat resep paling lazim untuk masalah kolesterol. Kendati efektif untuk banyak orang, obat ini memiliki efek samping dan tidak bisa dikonsumsi semua orang."

"Hasil penelitian vaksin ini sangat istimewa dan dapat menjadi obat baru menjanjikan untuk mengobati kolesterol tinggi," tambahnya.

Beberapa perusahaan obat sudah mengembangkan obat baru untuk kolesterol yang menargetkan PCSK9. Misalnya Alirocumab dan Evolocumab yang baru-baru ini disetujui oleh badan keamanan obat dan makanan Amerika FDA. Kelemahannya, obat ini sangat mahal dengan biaya mencapai 10 ribu dolar (lebih dari Rp 130 juta)per tahun.

Periset sekarang sedang berencana memperluas penelitiannya pada monyet. Studi ini sudah diterbitkan di jurnal Vaccine.


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X