Kompas.com - 22/01/2016, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, sekitar 90 persen bahan baku obat masih berasal dari luar negeri. Sekitar 60 persen bahan baku industri farmasi berasal dari Cina. Hal ini menjadi salah satu penyebab mahalnya harga obat di Indonesia.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatab Dettie Yuliati mengatakan, produksi obat termasuk bahan baku seharusnya dari dalam negeri.

"Dari aspek ekonomi kita ingin mengurangi impor dan menghemat devisa. Kita ingin industri farmasi kita menjadi andalan," ujar Dettie dalam diskusi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Menurut Dettie, saat ini sebanyak 70 persen kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi oleh industri farmasi lokal, yaitu 203 item, kecuali produk originator dan biotechnology. Untuk kemandirian ekonomi, harus diupayakan produksi obat secara lokal dan membatasi obat impor.

Apalagi, sebanyak 943 jenis obat sudah tercantum dalam Formalium Obat Nasional untuk kebutuhan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dettie mengatakan, obat yang diproduksi lokal pun harus terjamin safety quality and efficacy yang tidak bisa disamakan dengan komoditi lain.

Standar kualitas obat perlu diatur dan produksinya harus dikontrol dengan ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dettie mencontohkan, salah satu kebutuhan yang tinggi di Indonesia yaitu obat hipertensi. Sebagai tahap awal, mungkin produksi obat-obatan tersebut yang akan diutamakan lebih dulu.

"Nanti kalau sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri silakan diekspor, tapi kebutuhan dalam negeri dulu dipenuhi," jelas Dettie.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Dimyati mengatakan, industri farmasi di Indonesia perlu diperhatikan. Harus ada dukungan riset pembuatan obat untuk menghasilkan produk yang berkualitas

"Kita ingin menekan harga obat agar relatif murah dan terjangkau," kata Dimyati.

Sementara itu, menurut Gabungan Perusahaan Farmasi, untuk mengembangkan industri bahan baku obat, harus dilakukan prastudi kelayakan, riset yang mendalam, kecukupan dana, dan memanfaatkan kemampuan BUMN atau konsorsium dengan swasta.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Perut
Sakit Perut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.