Kompas.com - 15/02/2016, 18:55 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Amy Revell (17) tak pernah menyangka akan muncul benjolan di lidah dan mengalami sesak napas setelah menindik lidahnya. Remaja wanita ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena lidahnya bengkak dan terdapat benjolan berisi darah.

Menurut dokter, Amy terkena hematoma, yaitu darah yang menggumpal di luar pembuluh darah akibat lidahnya tertusuk saat ditindik.

Mulanya, Amy berpikir lidahnya hanya bengkak dan memar adalah hal yang wajar karena baru saja ditindik. Akan tetapi, benjolan di lidah justru membesar dan ia juga harus berjuang untuk bernapas.

Benjolan seperti bola berwarna keunguan muncul di bawah lidahnya. Hingga akhirnya, benjolan itu pecah dan mulut Amy menjadi penuh darah. Amy pun harus berulang kali bolak-balik ke kamar mandi untuk meludah atau mengeluarkan darah di mulutnya.

"Saya harus terus ke toilet untuk meludah berisi darah sambil tetap berjuang untuk bernapas. Saya benar-benar takut," kata Amy.

Amy pun mengunjungi Rumah Sakit Ninewells, Dundee. Amy sangat takut lidahnya akan dioperasi. Namun, dokter memberinya obat untuk mengobati infeksi. Amy pun lega, gumpalan darah di lidahnya telah pecah dan dikeluarkan dari mulut.

Amy mengaku, tak pernah tahu risiko dari menindik di bagian lidah. Setelah mendapat musibah ini, Amy mengaku akan lebih berhati-hati jika ingin menindik bagian tubuhnya.

Sekitar 15,4 persen pasien yang melakukan tindik di lidah harus menjalani pengobatan medis karena mengalami komplikasi, seperti infeksi dan abses di lidah.

Berdasarkan jurnal American Family Physician, tindik di lidah akan melubangi pembuluh darah lingual yang berada di permukaan. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan dan membentuk hematoma.

Tindik lidah juga dapat menyebabkan pendarahan yang dapat mengurangi volume darah yang beredar dalam tubuh dan endokarditis. Akibatnya sangat fatal, yaitu bisa mempengaruhi kesehatan jantung. Namun, komplikasi ini memang sangat jarang terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.