Kompas.com - 06/04/2016, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Tak ada kata terlambat untuk memberi imunisasi kepada anak. Imunisasi harus tetap diberi meski terlewat jadwalnya. 

Konsultan dan dokter spesialis anak, Prof Dr Sri Rezeki H Hadinegoro Sp A(K) menjelaskan, jika telat memberi imunisasi, itu bisa mengurangi daya kerja vaksin. Namun, imunisasi harus tetap diberikan dengan harapan memperkecil risiko si kecil terkena penyakit.

"Segera temui petugas kesehatan atau dokter untuk mengatur ulang jadwal imunisasi. Nanti akan dilihat terlambatnya seperti apa, sudah pernah diberikan atau belum sama sekali," kata Sri.  

Jadwal imunisasi yang dibuat dokter sebenarnya didasari oleh efektivitas kerja vaksin dan reaksi kekebalan tubuh anak. Karena itulah, pemberian imunisasi sesuai jadwal akan menghasilkan hasil yang optimal.

Salah satu alasan yang paling sering ditemui mengapa orang tua tidak memberi imunisasi adalah enggan berurusan dengan efek sampingnya. Beberapa efek samping yang biasa ditemui pasca-imunisasi adalah demam yang membuat anak jadi rewel serta bengkak dan bekas luka di sekitar lokasi penyuntikan. Belum lagi masih ada orang tua yang takut anaknya jadi autis setelah diberi imunisasi.

"Efek samping itu ada, tetapi tak berlaku bagi tiap orang. Perlu diperhatikan kalau efek samping itu jauh lebih ringan dibanding si anak kena penyakit yang menyebabkan cacat, bahkan meninggal," kata Sri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.