Kompas.com - 07/04/2016, 20:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Sejak salah seorang pasien menuliskan tentang pengalamannya melepaskan diri dari alprazolam (tulisannya bisa dibaca di sini) banyak pasien yang mendatangi saya untuk berkonsultasi dengan masalah yang sama.

Menariknya kasus ini rata-rata mirip latar belakangnya, yaitu pasien diberi obat tersebut tanpa tahu karena dokter yang meresepkannya mengatakan obat tersebut adalah obat racikan obat lambung.

Pada beberapa kali kesempatan bertemu dengan dokter umum atau spesialis dan memberikan seminar tentang penggunaan obat golongan benzodiazepine (alprazolam termasuk obat golongan ini) saya selalu menekankan perlunya untuk mengatasi masalah pasien dengan obat yang sesuai indikasinya.

Penggunaan obat golongan penenang jenis benzodiazepine ini memang menjadi perhatian saya sejak mulai berkecimpung di dunia psikiatri.

Badan kesehatan dunia WHO dalam laporannya mengatakan 80 persen peresepan benzodiazepine dilakukan oleh dokter umum di pelayanan primer.

Sejak ditemukan di tahun 1957 dalam bentuk sediaan Chlordiazepoxide sebagai sediaan benzodiazepine pertama yang ditemukan oleh Leo Sternbach (1908-2005) maka penemuan selanjutnya semakin banyak berkaitan dengan obat golongan ini dan penggunaannya semakin marak di praktik klinis.

Benzodiazepine sebagai obat lambung?

Penggunaan benzodiazepine sebagai salah satu pelengkap obat lambung sebenarnya sudah lama dikenal. Librax suatu merek dagang obat yang diindikasikan untuk tambahan terapi tukak (ulkus) peptikum dan irritable bowel syndrome (IBS) mengandung Chlordiazepoxide 5 mg dan Clidinium Br 2,5mg.

Dalam keseharian praktik sehari-hari banyak dokter juga yang mencampur beberapa obat golongan benzodiazepine dengan obat lambung lainnya agar mendapatkan efek yang baik untuk lambung pasien. Hal ini dikarenakan dalam banyak kasus masalah lambung di pelayanan praktik sehari-hari lebih berkaitan dengan dispepsia fungsional di mana keterlibatan aksis otak dan lambung (brain gut axis) sangat kentara.

Secara praktik klinis banyak dokter yang menyimpulkan bahwa masalah yang terkait dengan lambung yang dialami pasien adalah masalah terkait stres.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X