Kompas.com - 21/04/2016, 15:15 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Bagi sebagian perempuan, menjalani masa menstruasi bukanlah hal yang mudah. Tidak hanya memengaruhi suasana hati, juga rasa sakit yang dialami nyatanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut adalah empat hal yang terjadi ketika sedang menstruasi berdasarkan penelitian.

 

1. Mudah terinfeksi bakteri

Dr Jennifer Wider, juru bicara Society of Women's Health Research, mengatakan, pH pada vagina dapat meningkat saat haid.

Kenaikan kadar pH, ditambah dengan perubahan hormon yang terjadi selama menstruasi, dapat menyebabkan timbulnya peningkatan infeksi bakteri pada beberapa perempuan.

 

2. Kadar estrogen yang rendah menyebabkan sensitivitas pada rasa sakit

Sebuah penelitian dari Oxford menunjukkan bahwa nyeri yang dialami semasa menstruasi mungkin memengaruhi bagaimana perempuan mengalami rasa nyeri di luar masa menstruasi. Setiap perempuan memiliki rasa nyeri dan siklus yang berbeda.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perempuan yang mengalami menstruasi yang lebih menyakitkan memiliki peningkatan sensitivitas terhadap rasa sakit.

Hal ini tentu saja berkaitan pula dengan kadar estrogen yang rendah dalam tubuh. Hal ini memungkinkan perempuan mengalami rasa sakit lebih, bahkan ketika sedang tidak haid.

 

3. Rasa sakit saat menstruasi saling berkaitan

Kita mungkin berpikir rasa kram saat menstruasi terletak di perut. Namun, nyatanya rasa sakit tersebut juga menyebabkan beberapa perempuan mengalami rasa sakit di punggung dan kaki.

Dr Elizabeth Lyster dari Holtorf Medical Group menjelaskan bahwa hal ini ada hubungannya dengan saraf pada daerah pinggul.

"Saraf ini seperti sarang, di mana ranting-ranting dan semuanya saling berkaitan. Jadi, jika di bagian perut terasa sakit, Anda mungkin akan merasa sakit juga di sisi lain seperti punggung," ujar Lyster.

 

4. Siklus menstruasi memengaruhi suara

Menurut penelitian oleh psikolog Nathan Pipitone dan Gordon Gallup, siklus menstruasi dapat memiliki efek yang signifikan pada perubahan suara.

“Produksi suara vokal terkait erat dengan biologi kita. Sel dari laring (pita suara) dan vagina yang sangat mirip dan menunjukkan reseptor hormon serupa," ungkap Pipitone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.