Kompas.com - 24/04/2016, 19:55 WIB
Ikan Kakap Putih Bakar di Waroeng Kelapa, Jakarta Barat. WWW.DOYANKULINER.COMIkan Kakap Putih Bakar di Waroeng Kelapa, Jakarta Barat.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa wanita yang makan ikan bakar lebih dari sekali dalam seminggu memiliki kemungkinan 2,3 kali lebih besar mengalami kanker payudara ketimbang wanita yang tidak atau jarang makan ikan yang dibakar.

 

Ikan yang dibakar diketahui mengandung bahan kimia yang disebut "amina heterosiklik," yang terbentuk akibat pemanasan protein di atas api terbuka, misalnya dengan cara membakar atau memanggang di atas wajan api.

 

Senyawa tersebut dianggap karsinogenik, yang berarti dapat menyebabkan kanker dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

 

“Kebanyakan penelitian mengaitkan amina heterosiklik dengan daging merah,” kata Dr. Kala Visvanathan, seorang profesor epidemiologi dan onkologi di Johns Hopkins University dan penulis senior studi yang diterbitkan dalam American Association.

“Tetapi apakah ada kasus yang sama juga terjadi pada ikan? Ini menjadi pertanyaan menarik sebab penelitian laboratorium nyatanya menunjukkan bahwa ikan juga berpotensi memiliki tingkat senyawa karsinogenik.”

 

Dalam studi tersebut, para peneliti berfokus pada diet para perempuan yang memiliki risiko tinggi kanker payudara. Ini berarti bahwa semua wanita dalam penelitian memiliki gen yang terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara atau memiliki anggota keluarga yang memiliki baik kanker payudara atau kanker ovarium.

 

Para peneliti menemukan bahwa asupan ikan bakar, terkait dengan tumbuhnya jenis tertentu kanker payudara yang disebut "estrogen-reseptor positif" kanker payudara.

 

Peneliti juga mencatat bahwa indeks massa tubuh (BMI) memainkan peran dalam risiko kanker. Secara khusus, risiko kanker payudara menjadi lebih besar bagi wanita yang memiliki BMI lebih dari 30 (dianggap obesitas).

 

Dengan kata lain, kesehatan bukan hanya ditentukan dari bahan makanan yang Anda gunakan, tapi bagaimana Anda mengolahnya juga, lanjut Visvanathan.

 

Penelitian ini mungkin menjadi pengingat untuk tak terlalu sering makan ikan atau daging yang dibakar, melainkan pilihlah ikan rebus, kukus, atau panggang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.