Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/05/2016, 09:11 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Banyak orangtua baru yang mungkin berpikir, membiarkan bayi menangis saat berlatih tidur sendiri adalah perbuatan kejam. Tetapi, sebuah studi baru tidak berpendapat demikian.

 

Para peneliti di Flinders University di Australia menemukan, membiarkan bayi menangis menjelang tidur, walau dalam jangka waktu cukup lama, tidak menyebabkan efek negatif atau bahaya emosional atau perilaku jangka panjang.

 

Para peneliti merekrut 43 pasang orangtua yang memiliki bayi berusia 6 hingga 16 bulan. Semua orangtua memiliki keluhan umum: anak mereka mengalami kesulitan tidur tepat waktu dan tidur sangat larut.

 

Selama penelitian, para orang tua dibagi dalam kelompok. Setengah orangtua diberitahu untuk menggunakan metode yang membiarkan bayi “menangis” untuk bisa tidur sendiri di ranjang atau kamarnya, dan orangtua lainnya diminta untuk menemani anak hingga terlelap.

 

Tiga bulan setelah penelitian dimulai, para peneliti menemukan, bayi pada kelompok “menangis”, tertidur 15 menit lebih cepat ketimbang kelompok lain.

 

Peneliti juga menggunakan monitor pergelangan kaki untuk melacak seberapa sering bayi terbangun sepanjang malam. Bayi dalam kelompok "menangis" dinyatakan tertidur lebih pulas dan jarang terbangun pada malam hari dibandingkan dengan kelompok lain.

 

Untuk menguji apakah bayi yang dibiarkan menangis mengalami stres, para peneliti mengukur tingkat hormon kortisol bayi—yaitu hormon stres—melalui air liur mereka, baik di sore dan pagi hari.

 

Peneliti menemukan, bayi yang dilatih untuk tidur sendiri walau menangis dalam jangka waktu panjang, tidak menunjukkan masalah perilaku setelah penelitian berakhir.

 

Meskipun menangis bisa menjadi cara yang efektif untuk membuat bayi mampu tertidur sendiri dan memiliki jam tidur rutin, menurut penulis utama Michael Gradisar, seorang profesor di Flinders University di Australia dan direktur Child and Adolescent Sleep Clinic, membiarkan bayi menangis memang bisa menjadi hal yang menegangkan bagi orang tua.

 

"Tapi, sepertinya menangis tidak selalu berkaitan dengan hasil yang negatif," kata Gradisar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com