Kompas.com - 03/06/2016, 21:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekurangan hormon testosteron pada tubuh pria bisa memengaruhi perkembangan seksual, kesuburan, bahkan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronik, hingga menyebabkan kematian jika tak segera diatasi.

 

Pria yang mengalami kekurangan testosteron disebut juga dengan hipogonadisme. Kondisi ini terjadi karena kemampuan testis menurun dalam memroduksi testosteron yang memadai.

 

Gejala utama kadar testosteron yang rendah adalah penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah lelah, mudah berkeringat, penambahan lingkar pinggang, peningkatan massa lemak di bagian perut, dan mengantuk setelah makan.

 

Sayangnya, masih banyak pria lanjut usia yang mengabaikan gejala-gejala tersebut. Karena, kondisi tersebut dianggap lazim terjadi di usia lanjut. Padahal, gejala tersebut merupakan pertanda seorang pria mengalami penurunan testosteron (hipogonadisme) atau sindrom defisiensi testosteron.

 

“Seiring dengan usia, kadar testosteron total dalam tubuh pria memang pasti menurun. Penurunan ini sekitar 2-35 per tahun. Sehingga, di usia 40 tahun, kadar testosteron menjadi sekitar 65-70% dan pada usia 60 tahun ke atas sekitar 45-50% dari usia 25 tahun,” jelas Dr. Johannes Soedjono, M.Kes.,Sp.And dalam acara Diskusi Media Bayer: Seputar Masalah Intim Lelaki – Hipogonadisme Berisiko Kematian, di Jakarta (02/06).

 

Selain karena faktor usia, menurunnya kadar testosteron dapat dipercepat oleh beberapa penyakit seperti adipositas, yaitu penumpukkan massa lemak di bagian perut, diabetes, dan hipertensi.

 

Karena itu, para pria yang berusia di atas 40 tahun atau mengalami disfungsi ereksi dan diabetes tipe 2 sebaiknya memeriksakan kadar testosteronnya. Jika benar ada penurunan testosteron, maka dokter akan memberikan terapi sulih hormon untuk menurunkan risiko kematian, yang bisa disebabkan oleh penyakit jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.