Kompas.com - 06/06/2016, 15:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Efektif atau tidaknya diet rendah karbohidrat ternyata tergantung dari apa tujuan Anda, apakah untuk tujuan penurunan berat badan, kesehatan, atau gaya hidup. Sebab, jika tujuannya tidak tepat, diet rendah karbo cenderung tak membawa hasil.

 

Jika Anda ingin menurunkan berat badan

Ahli gizi dan ilmuwan sepakat, bahwa diet rendah karbohidrat dapat membantu menurunkan berat badan, namun hanya efektif sebagai solusi jangka pendek.

Masalah dengan tidak efektifnya diet karbo—dan berakhir menjadi diet yoyo—pada sebagian orang adalah, bahwa pelaku diet kerap memaksa diri untuk membuat perubahan gaya hidup yang ekstrim dan tiba-tiba.

Pasalnya, perubahan drastis memang ampuh untuk menyebabkan penurunan berat badan, namun penurun itu disebabkan oleh menurunnya berat air dalam tubuh. Dan ketika Anda mulai mengonsumsi menu non diet, penurunan berat badan akan menjadi sulit.

Jadi, bila ingin diet karbo bertahan lama tanpa berefek buruk pada kesehatan, kurangi jumlah karbohidrat putih dan menggantinya dengan karbohidrat kaya serat, seperti gandum, oat, dan sejenisnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, tubuh tetap mendapatkan asupan karbohidrat demi keseimbangan metabolisme yang baik.


Jika Anda memiliki masalah kesehatan dan ingin lebih sehat

Ahli gizi Albert Matheny, CSCS, RD, dari SoHo Strength Lab and Promix Nutrition menunjukkan, jika Anda menderita diabetes atau hipoglikemia, diet rendah karbohidrat dapat berguna dalam mengontrol gula darah, tetapi Anda harus berkonsultasi dengan ahli diet sebelum melakukan perubahan.

Jika Anda memiliki masalah pencernaan, mengurangi karbohidrat dan memperbanyak serat bisa menjadi solusi. Namun, untuk mendapatkan manfaat sehat terbaik, lakukan perencanaan tepat dengan ahli gizi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.