Kompas.com - 26/08/2016, 19:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com - Matahari seolah-olah muncul lebih dari satu siang itu. Tapi, Joko Hartono tetap betah menengok bibit-bibit pisang di area Nursery (kebun bibit) PT Nusantara Tropical Farm, Lampung Timur, Rabu (24/8/2016) lalu. Meski area Nursery cukup teduh karena ditutupi jaring-jaring, udara di bawahnya tetap terasa panas.

Sebagai Kepala Bagian Nursery PT Nusantara Tropical Farm, Joko memang rutin mengecek kondisi bibit pisang yang didapat dari hasil metode pembiakan kultur jaringan itu. Bibit pisang itu layaknya seorang anak yang dirawat agar tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan berkualitas.

Tugas Joko dan timnya adalah merawat bibit dengan pemberian makanan dan minuman, serta mencegah jangan sampai bibit terkena penyakit. Yang paling mengkhawatirkan adalah penyakit fusarium karena bisa mematikan tanaman.

Setiap bibit unggul ini kemudian akan ditanam dan tumbuh menjadi pohon pisang yang besar. Nah, di sinilah awal mula didapatkannya buah pisang Sunpride yang berkulit mulus dan kuning cerah itu.

Dian Maharani/Kompas.com Area perawatan bibit pisang di PT Nusantara Tropical Farm, Lampung Timur.
Perawatan pun tak hanya berhenti di bibitnya. Itu baru permulaan. Pohon pisang juga harus dirawat dengan baik.

Office Strategic Management PT NTF, Oom Aulia Amrullah mengatakan, setidaknya ada tiga kunci perawatan pisang yang baik.

“Kunci perawatan pisang ini, pertama cukup air. Air jadi penentu awal, kalau kemarau panjang produktivitas bisa menurun. Kedua, merawat daun. Semakin subur daunnya, pertumbuhan pisang semakin besar. Ketiga, pemberian makan melalui pupuk,” kata Oom.

Untuk perawatan daun, minimal terdapat 12 daun dalam satu pohon untuk mendapat buah yang bagus. Setelah 6-7 bulan ditanam, yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul, yaitu jantung pisang. Jantung pisang pun mendapat perawatan dengan insektisida injeksi yang aman sehingga kulit pisang terlindung dari serangan serangga.

Kulit pisang yang mulus

Untuk mendapat kulit pisang yang mulus, sejak dari jantung pisang pun sudah dibungkus kertas. Ini untuk melindungi kulit pisang dari serangan serangga dan terbakar sinar matahari. Pertumbuhan pisang hingga dewasa juga dipantau.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.