Kompas.com - 09/09/2016, 13:09 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kebiasaan minum alkohol diketahui merupakan faktor risiko terkena penyakit kronik seperti gangguan liver, jantung, atau kanker. Walau begitu, risiko tersebut bisa ditekan dengan rajin berolahraga.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine itu merupakan yang pertama kali mengungkap efek olahraga dalam melawan bahaya konsumsi alkohol.

Mengonsumsi alkohol merupakan bagian dari budaya barat. Pada tahun 2013, hampir 88 persen orang dewasa di Amerika mengatakan mereka pernah mengonsumsi alkohol pada satu waktu dalam hidupnya.

Meski konsumsi alkohol dalam jumlah rendah atau sedang bisa memberi efek menyehatkan, tetapi ada penelitian yang menyebut kebiasaan itu meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Olahraga, di lain pihak, merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat.

Menurut studi terbaru, aktivitas fisik dan konsumsi alkohol terkait dengan penyakit kronik tetapi dalam arah yang berlawanan.

Hidup aktif dengan banyak bergerak disebut cukup efektif menangkal efek negatif dari kebiasaan minum alkohol.

Untuk menguji hipotesa tersebut, para peneliti melakukan survei tentang kesehatan dan kebiasaan minum  pada 36.000 orang dewasa di Inggris dan Skotlandia, antara 1994 dan 2006.

Beberapa tahun kemudian, hapir 6.000 orang dewasa meninggal. Setelah memperhitungkan beberapa faktor yang mungkin berpengaruh pada hasil, diketahui bahwa minum alkohol berlebihan meningkatkan risiko kematian karena kanker.

Meski begitu, pada orang yang masuk dalam kelompok peminum (lebih dari 14 kali sajian perminggu untuk wanita dan lebih dari 21 kali sajian untuk laki-laki), risiko kankernya menjadi lebih rendah.

Durasi olahraga yang dianjurkan adalah 150 menit setiap minggu atau masuk dalam kategori sedang.

"Selama seseorang tetap aktif secara fisik, konsumsi sesuai batas anjuran masih aman. Walau begitu, sebaiknya lakukan juga jeda dari alkohol selama seminggu atau lebih secara rutin," kata Emmanuel Stamatakis, profesor kedokteran olahraga dari Australia.

Hasil penelitian ini menurut Stamatakis menegaskan kembali manfaat olahraga. Aktivitas itu memiliki pengaruh sangat besar, bahkan bisa menangkal kerusakan yang sudah terjadi akibat gaya hidup tidak sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.