Kompas.com - 05/10/2016, 11:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mungkin Anda pernah mengalami telinga berdenging setelah nonton konser yang sangat keras. Jika beruntung, denging itu akan hilang dengan sendirinya ketika kita kembali mendengar suara dengan desibel normal.

Secara kasar, satu dari 10 orang dewasa di AS mengalami telinga berdenging yang dikenal dengan sebutan tinitus. Ini menurut studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Otolaryngology Head & Neck Surgery.

"Meskipun kami mengerti mekanisme fisiologi yang menyebabkan tinitus, masih belum ada obat untuk masalah ini. Jadi masyarakat harus mencari cara untuk mengatasinya," kata Catherine Palmer, Ph.D, direktur Center for Audiology and Hearing Aids di the Eye & Ear Insitute Pittsburgh, AS.

Ada dua masalah yang berperan dalam tinitus, suara denging itu dan reaksi pasien terhadap suara mengganggu itu. Itu sebabnya dibutuhkan ketrampilan untuk mengatasinya. Berikut ini hal yang harus dilakukan ketika mengalami tinnitus :

1. Periksakan telinga
Ada banyak alasan mengapa kita mengalami gangguan suara di telinga. Tinitus seringkali merupakan gejala gangguan kesehatan lain. Itu sebabnya, penting untuk memeriksakan telinga dan mencari penyebabnya.

Bisa saja itu gejala infeksi telinga yang disebabkan telinga kotor. Bisa juga dipicu tumpukan kotoran telinga atau hipertensi. Begitu menurut Mayo Clinic. Obat-obatan termasuk antibiotika, antidepresan juga dapat menyebabkan terjadinya tinitus.

2.Terapi suara
Ketika denging terdengar tak berkesudahan, aktivitas hening bisa bikin Anda jengkel. "Manusia lebih mampu mentoleransi suara dari luar daripada yang datang dari kepala sendiri," kata Dennis Fitzgerald, MD, ahli otolaryngologi dari Thomas Jefferson University, Philadelphia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, Anda dapat mendengarkan radio kesayangan dengan suara rendah. Suara di sekitar yang tak terlalu kencang itu tak akan menghilangkan tinnitus tetapi justru akan bercampur dengan denging telinga itu. Hal ini akan membantu Anda beradaptasi dengan denging itu dan membuat tinitus jadi bagian dari suara latar.

3. Cari cara meredakan stres
Menurut Mayo Clinic, stres dapat membuat tinitus lebih parah. Jika denging itu terjadi sepanjang hari setelah lelah kerja di kantor atau tidur tak nyenyak, bisa jadi ini tanda bahwa Anda harus beristirahat. Lakukan latihan napas, olahraga ringan atau meditasi untuk menurunkan stres.

"Studi membuktikan jenis-jenis ketrampilan manajemen stres memperbaiki kemampuan kita mentolerasi nyeri fisik dan derita emosi dan membuat masyarakat mampu mengatasi tinitus," kata ahli psikoterapi Phillip Kolba.

4. Mengurangi alkohol
"Asupan alkohol pada sejumlah orang dapat memperparah tinitus," kata Shabir Mia, ahli bedah telinga hidung dan tenggorokan. Alkohol itu masuk ke pembuluh darah, meningkatkan aliran darah ke telinga dalam yang dapat membuat tinitus jadi lebih jelas.  Namun, American Tinnitus Association menegaskan reaksi setiap orang berbeda terhadap alkohol.

5. Pertimbangkan terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
CBT adalah terapi yang berfokus pada reaksi emosional seseorang terhadap tinitus. Jika Anda menemukan denging yang tak ada habis-habisnya itu mengganggu kehidupan sehari-hari, seorang psikolog dapat membantu Anda menguasai teknik yang efektif ini.

"Begitu tahu cara mengatasinya, reaksi terhadap denging telinga itu akan berkurang dan Anda akan lebih mampu mengatasinya sepanjang waktu," kata Palmer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hipertensi
Hipertensi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.