Kompas.com - 20/12/2016, 09:56 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Sebuah tes darah sederhana dikembangkan untuk mengetahui apakah seorang pasien sehat memiliki risiko serangan jantung atau tidak.

Tantangan terbesar dalam penyakit jantung adalah sulit mendeteksi gejala dini pada seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Karena itu, para ilmuwan terus berupaya mengembangkan alat deteksi yang akurat.

Tim peneliti dari Universitas Edinburgh dan Glasgow meriset sebuah tes darah yang disebut "tes troponin". Dalam tes itu, akan dilihat ada tidaknya protein yang dilepaskan ketika otot jantung rusak.

Dokter sudah menggunakan tes darah tersebut untuk mendiagnosis pria dan wanita yang dicurigai baru mengalami serangan jantung. Namun, tim peneliti mengatakan, tes itu seharusnya juga bisa dipakai sebagai tindakan pencegahan.

Dalam riset yang dipimpin Prof Nicholas Mills itu ditemukan, pria yang memiliki level troponin tinggi dalam darahnya cenderung akan mengalami serangan jantung atau meninggal akibat penyakit jantung dalam periode 15 tahun.

Jika tindakan pencegahan dilakukan, misalnya mengonsumsi obat penurun kolesterol jenis statin, risiko serangan jantung itu bisa ditekan, termasuk juga level troponinnya.

Penelitian itu dilakukan pada 3.300 pria yang memiliki kadar kolesterol tinggi, tetapi tak ada riwayat penyakit jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Troponin itu hampir seperti barometer dari kesehatan jantung. Jika kadarnya tinggi, artinya buruk. Risiko terkena gangguan jantung pun meningkat. Jika kadarnya turun, artinya bagus," kata Prof David Newby, salah satu peneliti.

Troponin juga bisa digunakan untuk memprediksi manfaat dari statin. Newby mengatakan, tes itu juga bisa dipakai sebagai tambahan untuk mengukur risiko penyakit jantung pada seseorang yang memiliki hipertensi dan merokok.

"Tes troponin akan membantu dokter mengenali seseorang yang tampak sehat, tetapi punya penyakit jantung tersembunyi sehingga bisa ditargetkan dalam program pencegahan serangan jantung," kata Mills.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.