Kompas.com - 30/01/2017, 19:25 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur, memengaruhi jutaan orang di dunia dan dapat menyebabkan gangguan perhatian, tekanan darah tinggi dan bahkan diabetes.

Mungkin, memeriksakan diri ke dokter ahli gangguan tidur adalah hal yang terbaik tapi karena alasan biaya atau alasan lainnya, tidak semua orang memilih melakukan terapi di dokter.

Kabar baiknya, sekarang ada sebuah aplikasi yang dapat membantu orang-orang dengan sleep apnea.

Baru-baru ini, dokter di University of Washington Medicine Sleep Center mengembangkan aplikasi bernama ApneaApp. Saat ini, aplikasi tersebut sudah siap digunakan tapi masih menunggu persetujuan dari Food and Drug Administration.

Aplikasi ini bisa disimpan di ponsel pintar, kemudian letakkan ponsel Anda di samping tempat tidur.

ApneaApp akan memancarkan sinyal suara berupa frekuensi termodulasi melalui sonar untuk mendeteksi gerakan dada dan perut saat Anda bernapas. ApneaApp bisa mendeteksi hingga ke gerakan terkecil sekalipun.

Dengan menggunakan pembacaan sonar, tim pencipta aplikasi mengembangkan algoritma untuk mengidentifikasi berbagai bentuk sleep apnea saat tidur, termasuk apnea obstruktif dan hypopnea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aplikasi ini akan menjadi perangkat skrining untuk membantu Anda memutuskan apakah Anda perlu bantuan dokter atau tidak.

Sebelum memutuskan melakukan terapi, Anda perlu melakukan penelitian mengenai pola pernapasan Anda saat tidur dalam semalam untuk mengonfirmasi temuan aplikasi. Alat ini merupakan langkah pertama menuju kesembuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.