Kompas.com - 12/02/2017, 16:17 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pesta penuh balon memang lekat dengan dunia anak-anak. Namun, ada baiknya menyiapkan penutup telinga bila datang ke pesta dengan konsep memecahkan balon.

Pasalnya, setelah dilakukan uji laboratorium, suara paling keras balon pecah dapat mencapai 168 desibel, 28 desibel lebih tinggi dari rekomendasi keselamatan 140 desibel, yang berarti bahkan satu paparan bisa dianggap tidak aman untuk pendengaran dan berpotensi merusak gendang telinga.

Bahkan, ketika sering terpapar suara balon pecah, kondisi itu dapat menyebabkan tuli, terutama pada anak-anak.

Sebenarnya tak hanya anak-anak, para peneliti dari University of Alabama mengatakan, remaja dan orang dewasa juga dapat terkena dampaknya. Mendengar 3 kali letusan balon, sudah dapat menyakiti pendengaran mereka dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara bertahap.

Profesor Bill Hodgetts mengatakan, bahwa ini bukan berarti Anda dan anak-anak tidak boleh bermain balon dan tidak bisa bersenang-senang. Hanya penting untuk menghindari bahaya yang mungkin muncul. Setiap suara keras memiliki dampak potensial seumur hidup.

Hodgetts menekankan, tim peneliti ingin orang-orang untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan kerusakan pendengaran yang akan terjadi seumur hidup, karena tidak ada alat bantu dengar yang sebaik telinga Anda saat ini.

Gemma Twitchen, audiolog senior di lembaga amal Action on Hearing Loss mengatakan, sementara anak-anak cinta balon, sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak tidak mengalami paparan kebisingan reguler di atas 85 desibel, karena ada peningkatan risiko rusaknya pendengaran.

Karena itu, kami merekomendasikan orangtua untuk meminimalkan risiko dengan cara menjaga balon jauh dari kepala dan telinga anak-anak jika ingin memecahkannya dan mencegah anak-anak memecahkan balon satu sama lain, walaupun untuk bersenang-senang.

“Masih ada cara lain yang lebih aman untuk bersenang-senang dengan balon,” ujar Gemma.

Hodgetts mendesak orang-orang untuk mulai memandang gangguan pendengaran seserius kerusakan kulit akibat matahari.

"Gangguan pendengaran adalah salah satu masalah yang bahkan banyak orang tidak berpikir tentang hal itu. Namun setelah Anda atau anak Anda memilikinya, hal itu berdampak pada keseluruhan hidup.”

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.