Kompas.com - 31/03/2017, 16:13 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Saat kita sedang tegang atau cemas, menarik napas dalam-dalam dapat memberi rasa tenang seketika. Kini para ahli menemukan jawaban mengapa efek itu kita rasakan.

Bernapas pada dasarnya adalah aktivitas yang tidak kita sadari. Ini adalah proses di mana makhluk hidup menghirup oksigen untuk menghasilkan energi pada level seluler dan melepaskan karbondioksida, produk sampingan dari pernapasan.

Sejak lama manusia sudah memahami bahwa menarik napas dalam dan lama memiliki efek menenangkan dan mengurangi stres.

Saat terjadi serangan panik, bisa menyebabkan seseorang sulit bernapas. Kondisi ini bukan hanya membuat tidak nyaman, namun juga bisa membuat orang yang sering mengalami serangan ini takut berada di luar rumah. Para ahli berupaya menemukan cara mengatasinya dengan mempelajari saraf yang bertanggung jawab pada efek menarik napas dalam.

Penelitian menunjukkan, sirkuit saraf di seluruh otak mengatur proses bernapas ini, namun belum diketahui jalur saraf yang mengaitkan bernapas dalam dengan status emosional seperti rasa tenang.

Dalam studi terbaru, Dr.Mark Krasnow, profesor biokimia dari Universitas Stanford School of Medicine, meneliti area otak yang mengontrol irama pernapasan yang disebut pre-Botzinger komplek.

Menggunakan teknik pemetaan saraf dan tikus yang direkayasan genetika, Krasnow akhirnya menemukan saraf-saraf yang bertanggung jawab pada efek ketenangan dari bernapas tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski bernapas adalah sesuatu yang mudah dan aman untuk mengendalikan rasa cemas dan stres, para ahli mencoba mengembangkan pengobatan yang menargetkan gen-gen tersebut, terutama untuk mengatasi serangan panik.

Terapi tersebut juga diharapkan bermanfaat mencegah sindrom kematian mendadak pada bayi-bayi prematur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.