Kompas.com - 22/12/2019, 17:00 WIB

Pihak yang melakukan kekerasan fisik maupun mental (abusive) menggunakan senjata ketakutan, rasa bersalah, malu, sampai intimidasi untuk mendapat pengakuan.

KDRT maupun kekerasan saat pacaran ini bisa menimpa siapa saja. Tidak pandang gender, usia, maupun status sosial.

Melansir Psycology Today, penyebab orang melakukan kekerasan jamak dipicu rasa tidak aman sampai ekspektasi berlebihan.

Perasaan tersebut membuat orang jadi takut terlihat lemah atau takut ditinggalkan pasangan.

Dari rasa tersebut, orang jadi punya dorongan untuk berperilaku dominan atau mengontrol.

Di sisi lain, korban biasanya juga punya rasa tidak aman. Mereka umumnya juga takut ditinggalkan atau kehilangan perhatian.

Kondisi tersebut menciptakan keseimbangan psikososial sehingga memantik kekerasan.

Baca juga: Istri Injak Kemaluan Suami hingga Pingsan, Ahli: Pria Berpotensi Jadi Korban KDRT tapi Malu Mengungkapkan

Tanda pasangan abusive

Tindakan istri aniaya suami stroke sampai istri injak kemaluan suami sampai pingsan merupakan kekerasan fisik.

Dimensi KDRT dan kekerasan dalam pacaran tidak sebatas fisik. Ada verbal, emosional, seksual, sosial, sampai finansial.

Beberapa disertai ciri-ciri pasangan rentan melakukan KDRT sebagai berikut:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.